Senin, 03 Maret 2008
Bisnis EO Jadi Enak

Pesta Ulang Tahun Anak
Membidik dunia anak-anak dan remaja yang berulang tahun memberikan kesibukan yang luar biasa. Hampir setiap bulan order mempersiapkan pesta ulang tahun selalu datang. Kemeriahan pesta pun dapat disesuaikan dengan anggaran orang tua, bisa standar maupun super meriah.
Tahun 2001 lalu, sebagai awal bagi Rini Mediana yang biasa dipanggil Rini, untuk mendirikan usaha event organizer untuk pesta ulang tahun anak-anak maupun remaja. Ketika itu, Rini yang memiliki banyak keponakan sering terlibat dalam persiapan ulang tahun untuk keluarga besarnya. Karena sering membantu keponakannya ulang tahun dan ternyata disenangi para tamu maka Rini memberanikan diri mendirikan EO dengan nama Butterfly.
Dengan promosi yang sederhana hanya melalui koleganya maka sebagian sudah mengetahui usaha yang digeluti Rini. Namun permintaan mulai mengalir setelah dia mendapat order mengurusi pesta anak pengusaha salon kelas atas yang undangannya mencapai dua ratus anak. Dari situlah keahliannya membuat acara ulang tahun yang meriah tersebar ke kalangan menengah ke atas. “Sejak itu permintaan ke kita terus mengalir terkadang satu minggu tiga tempat karena mereka sudah pernah melihat contohnya sehingga mereka percaya,” katanya yang berkantor di rumahnya di daerah Kebayoran Baru ini.
Menurut Rini, untuk mempersiapkan sebuah pesta bisanya paling lama satu minggu sebelum hari H. Semakin banyak yang dipersiapkan maka akan semakin membutuhkan waktu dalam persiapannya. Sebab Rini memegang prinsip semua keinginan pemesan harus diwujudkan sehingga tidak perlu ikut terlibat lagi. Biasanya untuk ulang tahun, pernak-perniknya meliputi balon, kostum untuk tamu undangan seperti topi atau aksesoris, panggung atau backdrop, makanan, hadiah, MC, badut, permainan, penyanyi bahkan sulap.
“Biasanya kita tanyakan dulu konsepnya apa, kita paling minim menerima yang anggarannya sekitar Rp 2,5 juta. Itu standar sekali hanya balon, backdrop yang ada tulisan nama anaknya, kue, lilin maupun aksesoris sederhana. Kurang dari Rp 2,5 juta kita tidak menerima karena kan kita juga menggunakan karyawan,” jelasnya.
Sebelum pelaksanaan, Rini melakukan diskusi dengan orang tuanya untuk menyesuaikan antara anggaran pasta dengan fasilitas yang diperoleh. Apabila anggarannya sesuai maka semua permintaan pun dapat dipenuhi pihak Butterfly. Biasanya untuk pesta yang termasuk meriah ada MC, fotografer, penyanyi dan orgen tunggal, badut, pelusap, hadiah untuk undangan, makanan dan minuman lengkap dengan kue maupun es creem, arena bermain seperti rumah-rumahan, perosotan bahkan komedi putar seperti layaknya pasar malam. Untuk back dropnya juga bervariasi, ada yang hanya nama anaknya dilengkapi dengan balon sampai berbentuk istana lengkap dengan boneka mickey mouse, boneka Barbie, Batman.
“Kalau lengkap seperti itu anggarannya bisa puluhan juta. Saat ini konsep yang sering dipesan biasanya nuansa princes untuk yang putri dan kalau untuk putra biasanya seperti superman, batman,” katanya yang sudah beberapa kali mendapat order dari kalangan artis dan pejabat publik.
Dalam melakukan persiapan pernak-pernik, Rini biasanya dibantu oleh delapan karyawannya. Namun ketika pelaksanaan maka akan bertambah mencapai 15 orang. Apalagi kalau dengan paket catering maka jumlahnya lebih banyak lagi. Kebetulan orang tua Rini memiliki usaha catering sehingga sering mendapat paket yang sama. “Untuk mendukung penyiapan pernak-pernik sesuai tema ulang tahun klien, kita mengadopsi dari cerita kartun ataupun film tentang anak-anak,” jelasnya yang lebih senang bila mempersiapkan pesta di rumah dari pada di ruangan hotel.
Persiapan di lokasi pesta biasanya, kata Rini, sekitar tiga sampai empat jam. Namun untuk pesta yang besar biasanya sudah dipersiapkan sejak seminggu sebelumnya. Utuk menjaga kualitas maka setiap pernak-pernik seperti backdrop ataupun hiasan ruangan serta permainan harus dipersiapkan secara detail. Walaupun pesta biasanya kalau pagi hanya berlangsung paling lama tiga jam. Kalau pagi biasanya dilaksanakan sekitar pukul 10.00 – 13.00 dan kalau sore sekitar pukul 15.00 – 18.00 petang.
Untuk upaya pemasaran, sementara ini hanya melalui brosur yang dibagikan ketika menggelar suatu pesta. Saat ini pun Butterfly juga menerima order untuk pesta ulang tahun usia ABG, namun masih lebih sering untuk anak-anak. “Kalau ulang tahun kan biasanya setiap tahun, apalagi orang tua biasanya ingin selalu membahagiakan anaknya. Jadi sangat prospeknya sangat bagus bagi usaha saya. Saat ini sih rata-rata paling sedikit tiga kali dalam sebulan mendapat order pesta.wahid ma’ruf
Tahun 2001 lalu, sebagai awal bagi Rini Mediana yang biasa dipanggil Rini, untuk mendirikan usaha event organizer untuk pesta ulang tahun anak-anak maupun remaja. Ketika itu, Rini yang memiliki banyak keponakan sering terlibat dalam persiapan ulang tahun untuk keluarga besarnya. Karena sering membantu keponakannya ulang tahun dan ternyata disenangi para tamu maka Rini memberanikan diri mendirikan EO dengan nama Butterfly.
Dengan promosi yang sederhana hanya melalui koleganya maka sebagian sudah mengetahui usaha yang digeluti Rini. Namun permintaan mulai mengalir setelah dia mendapat order mengurusi pesta anak pengusaha salon kelas atas yang undangannya mencapai dua ratus anak. Dari situlah keahliannya membuat acara ulang tahun yang meriah tersebar ke kalangan menengah ke atas. “Sejak itu permintaan ke kita terus mengalir terkadang satu minggu tiga tempat karena mereka sudah pernah melihat contohnya sehingga mereka percaya,” katanya yang berkantor di rumahnya di daerah Kebayoran Baru ini.
Menurut Rini, untuk mempersiapkan sebuah pesta bisanya paling lama satu minggu sebelum hari H. Semakin banyak yang dipersiapkan maka akan semakin membutuhkan waktu dalam persiapannya. Sebab Rini memegang prinsip semua keinginan pemesan harus diwujudkan sehingga tidak perlu ikut terlibat lagi. Biasanya untuk ulang tahun, pernak-perniknya meliputi balon, kostum untuk tamu undangan seperti topi atau aksesoris, panggung atau backdrop, makanan, hadiah, MC, badut, permainan, penyanyi bahkan sulap.
“Biasanya kita tanyakan dulu konsepnya apa, kita paling minim menerima yang anggarannya sekitar Rp 2,5 juta. Itu standar sekali hanya balon, backdrop yang ada tulisan nama anaknya, kue, lilin maupun aksesoris sederhana. Kurang dari Rp 2,5 juta kita tidak menerima karena kan kita juga menggunakan karyawan,” jelasnya.
Sebelum pelaksanaan, Rini melakukan diskusi dengan orang tuanya untuk menyesuaikan antara anggaran pasta dengan fasilitas yang diperoleh. Apabila anggarannya sesuai maka semua permintaan pun dapat dipenuhi pihak Butterfly. Biasanya untuk pesta yang termasuk meriah ada MC, fotografer, penyanyi dan orgen tunggal, badut, pelusap, hadiah untuk undangan, makanan dan minuman lengkap dengan kue maupun es creem, arena bermain seperti rumah-rumahan, perosotan bahkan komedi putar seperti layaknya pasar malam. Untuk back dropnya juga bervariasi, ada yang hanya nama anaknya dilengkapi dengan balon sampai berbentuk istana lengkap dengan boneka mickey mouse, boneka Barbie, Batman.
“Kalau lengkap seperti itu anggarannya bisa puluhan juta. Saat ini konsep yang sering dipesan biasanya nuansa princes untuk yang putri dan kalau untuk putra biasanya seperti superman, batman,” katanya yang sudah beberapa kali mendapat order dari kalangan artis dan pejabat publik.
Dalam melakukan persiapan pernak-pernik, Rini biasanya dibantu oleh delapan karyawannya. Namun ketika pelaksanaan maka akan bertambah mencapai 15 orang. Apalagi kalau dengan paket catering maka jumlahnya lebih banyak lagi. Kebetulan orang tua Rini memiliki usaha catering sehingga sering mendapat paket yang sama. “Untuk mendukung penyiapan pernak-pernik sesuai tema ulang tahun klien, kita mengadopsi dari cerita kartun ataupun film tentang anak-anak,” jelasnya yang lebih senang bila mempersiapkan pesta di rumah dari pada di ruangan hotel.
Persiapan di lokasi pesta biasanya, kata Rini, sekitar tiga sampai empat jam. Namun untuk pesta yang besar biasanya sudah dipersiapkan sejak seminggu sebelumnya. Utuk menjaga kualitas maka setiap pernak-pernik seperti backdrop ataupun hiasan ruangan serta permainan harus dipersiapkan secara detail. Walaupun pesta biasanya kalau pagi hanya berlangsung paling lama tiga jam. Kalau pagi biasanya dilaksanakan sekitar pukul 10.00 – 13.00 dan kalau sore sekitar pukul 15.00 – 18.00 petang.
Untuk upaya pemasaran, sementara ini hanya melalui brosur yang dibagikan ketika menggelar suatu pesta. Saat ini pun Butterfly juga menerima order untuk pesta ulang tahun usia ABG, namun masih lebih sering untuk anak-anak. “Kalau ulang tahun kan biasanya setiap tahun, apalagi orang tua biasanya ingin selalu membahagiakan anaknya. Jadi sangat prospeknya sangat bagus bagi usaha saya. Saat ini sih rata-rata paling sedikit tiga kali dalam sebulan mendapat order pesta.wahid ma’ruf
Menikmati Liburan, Menambah Keakraban

Menjalani hidup haruslah seimbang, setelah pikiran terfokus ke pekerjaan, ada saatnya menikmati liburan. Ada yang menikmati liburan saat akhir tahun dan ada juga yang menikmatinya ketika anak-anak mereka liburan sekolah. Tempat liburan biasanya ditentukan dari hasil kesepakatan dengan semua anggota keluarga.
Untuk orang yang sangat sibuk, datangnya waktu liburan sangat melegakan. Apalagi semua pekerjaannya sudah diselesaikan dan dapat mengunjungi tempat liburan yang sudah direncanakan sebelumnya. Ada kalanya waktu liburan juga dijadikan sebagai momentum untuk instropeksi dan ada kalanya juga dijadikan untuk mendekatkan dengan semua anggota keluarga. Sebab selama ini jarang berinteraksi langsung secara santai karena sibuk dengan tuntutan pekerjaan.
Bagi mantan Ketua Asosiasi Broker Asuransi Indonesia (ABAI) Kapler A Marpaung, akhir tahun dijadikan sebagai liburan yang istimewa. Selain untuk menikmati suasana santi bersama dengan Meylinda Nasution, sang istri tetapi juga sebagai kesempatan untuk merenung. Diakuinya, tempat tujuan yang digunakan untuk menghabiskan waktu liburan harus direncanakan sebelumnya. “Tahun ini rencana awal ingin ke New Zewland tetapi karena bulan Maret tahun depan akan ke Afrika Selatan makanya diganti ke Penang Malaysia,” katanya yang sekarang sebagai Dirut PT Asuransi Bina Griya Upakara ini kepada Media Asuransi.
Ketika menikmati liburan, bagi Kapler tidak harus mengunjungi kota-kota yang modern di luar negeri. Tetapi tempat-tempat yang masih menawarkan nuansa natural pun sangat menarik. Untuk itulah bersama isterinya, dia sangat menginginkan mengunjungi kota-kota kecil dengan pemandangan yang indah di New Zewland. Namun dia lebih memilih untuk menghadiri pertemuan Council International Broker Association (CIBA) di Afrika Selatan sehingga harus menunda ke New Zueland.
“Kita akhirnya memilih ke Penang Malaysia. Sekaligus kita mengunjungi saudara dan teman-teman di sana. Kita ada acara Natalan dengan pada TKI di sana. Kebetulan saya kan ikut dalam penanganan asuransi TKI. Kita ingin mengetahui masalah-masalah mereka yang ada di sana dengan dialog langsung sehingga lebih interaktif,” jelasnya.
Meskipun saat berlibur, tidak mutlak mengharamkan untuk melakukan pertemuan santi dengan teman-teman. Bahkan saat jauh dari kesibukan kerja, merupakan waktu yang tepat untuk merenung tentang prestasi tahun ini, sesuatu yang tertunda maupun kegagalan yang terjadi. Sebab liburan adalah menikmati hidup dengan penuh keseimbangan antara kerja dan liburan.
Namun semua harus direncakanan dengan matang, biasanya untuk liburan dianggarakan dana sekitar lima persen dari penghasilannya setahun kalau tujuannya ke dalam negeri. Tetapi kalau berwisata ke luar negeri, Kapler membatasi dananya tidak boleh lebih dari 10 persen dari penghasilan setahun. “Prinsip saya itu hidup harus dinikmati, ini merupakan suatu kenikmatan dari hasil dari kerja keras kita. Saya sudah lama menganggarkan penghasilan saya untuk traveling. Sebelum nikah pun saya selalu sisihkan anggaran untuk liburan,” paparnya.
Akhir tahun juga dijadikan waktu liburan bagi keluarga Iwan S. Tanjung. Salah satu Direktur PT ABDA ini akan menghabiskan 10 hari untuk berlibur dengan keluarga Meinawati, isterinya di Puncak dan selebihnya dihabiskan di Bandung. Di Puncak Cipanas, Iwan mengajak kedua buah hatinya Christopher dan Alfred bergabung dengan lima keluarga lainnya. Sebab keluarga besar dari isterinya sudah merencanakan untuk berkumpul bersama di sebuah villa milik keluarga. “Kita berkumpul bersama orang tua dari isteri untuk merayakan Natal dan akhir tahun. Kebetulan di keluarga besar itu banyak yang seusia anak saya, antara SD, SMP dan SMA jadi suasananya cukup meriah, ramai lah,” katanya yang juga aktif di kepengurusan AAUI bidang klaim ini.
Setelah dari Cipanas, Iwan dan keluarganya bergabung dengan keluarga Iwan sendiri yang ada di Bandung. Di sana sisa liburan dihabiskan sampai pergantian tahun. Selama liburan memang lebih ditekankan untuk santai bersama keluarga. Apalagi sehari-hari cukup sibuk dengan urusan kerja sehingga jarang berkumpul bersama anak-anak.
Cerita liburan keluarga pria asal Cirebon ini tidak hanya berkunjung ke kota-kota dalam negeri saja. Sebelumnya, mereka pernah liburan ke Hongkong dan Loss Angles. Kalau liburan ke luar negeri, biasanya menghabiskan waktu dua minggu. Namun liburan dilakukan atas kesepakatan bersama istri dan kedua anaknya. Kalau mereka memiliki usulan lain, maka liburan dilakukan pada kesempatan berikutnya. Untuk liburan yang memakan waktu panjang biasanya dilakukan ketika liburan sekolah pertengahan tahun. “Kita pertengahan tahun ini tidak liburan karena anak-anak sepakat mau ganti ponsel mereka. Jadi anggarannya dipakai untuk membeli ponsel sesuai keinginan mereka,” jelasnya.
Liburan pertengahan tahun juga dinikmati oleh Petrus M. Siregar, karena waktunya lebih panjang lebih dari dua minggu. Sementara liburan akhir tahun tidak ada rencana liburan ke luar kota karena waktunya cukup singkat. Liburan pertengahan tahun ini dipergunakan keluarga Petrus untuk ke Bali dengan menyusuri jalan darat. Meskipun menghabiskan waktu selama 18 hari tetapi memberi keakraban dengan Michel dan Gerald serta Tuti Kusmini, isterinya. “Jadi enak banget lho, lewat jalan darat ke Bali. Berangkatnya lewat jalur utara dan pulangnya melalui jalur selatan. Total kita menghabiskan 18 hari,” jelas salah satu Direktur PT Allianz Utama ini.
Meskipun mengambil kemudi sendiri mobil BMW-nya tidak menjadi masalah karena setiap singgah dan melewati kota-kota yang ada mendapatkan pemandangan yang menyenangkan. Perjalanan dilakukan ketika siang hari dan istirahat bila hari sudah malam. Selama perjalanan, Petrus bersama keluarganya sempat menginap di kota Tegal, Semarang, Rembang, Pasuruan dan sampai tujuan ke Kute Bali. Sedangkan perjalanan pulang menikmati suasana malam di Kota Banyuwangi, Malang, Kediri, Yogyakarta, Tasikmalaya dan selamat sampai Jakarta. “Di setiap kota yang kita lewati, kita melihat apa yang menarik di situ karena kita memang mau santai. Kita sempat melihat parbik rokok di Gudang Garam, Djarum di Kudus dan Jie Sam Soe yang sudah ada museumnya. Kita juga lihat Lumpur Lapindo di Sidoarjo, serta bertemu Ibu Megawati ketika ziarah ke makam Bung Karno di Blitar,” papar pria kelahiran Jakarta ini.
Petrus pun mengakui, meskipun memakan waktu lama tetapi justru menambah keakraban dengan semua anggota keluarganya. Maklum selama ini waktunya dihabiskan untuk urusan pekerjaan. Apalagi selama perjalanan mereka mengabadikan kesempatan tersebut dalam bentuk video maupun foto. Berbagai keceriaan dan kelelahan justru menambah berkesannya masa liburan bersama keluarga. “Pakaian kita satu kantong ketinggalan di hotel kita menginap di Kute, kita baru sadar setelah sampai di Yogyakarta. Padahal isinya itu sekitar 37 potong pakaian kita sehari-hari. Sehabis diterima dari laundry kita lupa bawa, tetapi kita telepon ke hotelnya katanya tidak ada, waduh,” ujar Petrus dengan wajah kecewa. wahid ma’ruf
Untuk orang yang sangat sibuk, datangnya waktu liburan sangat melegakan. Apalagi semua pekerjaannya sudah diselesaikan dan dapat mengunjungi tempat liburan yang sudah direncanakan sebelumnya. Ada kalanya waktu liburan juga dijadikan sebagai momentum untuk instropeksi dan ada kalanya juga dijadikan untuk mendekatkan dengan semua anggota keluarga. Sebab selama ini jarang berinteraksi langsung secara santai karena sibuk dengan tuntutan pekerjaan.
Bagi mantan Ketua Asosiasi Broker Asuransi Indonesia (ABAI) Kapler A Marpaung, akhir tahun dijadikan sebagai liburan yang istimewa. Selain untuk menikmati suasana santi bersama dengan Meylinda Nasution, sang istri tetapi juga sebagai kesempatan untuk merenung. Diakuinya, tempat tujuan yang digunakan untuk menghabiskan waktu liburan harus direncanakan sebelumnya. “Tahun ini rencana awal ingin ke New Zewland tetapi karena bulan Maret tahun depan akan ke Afrika Selatan makanya diganti ke Penang Malaysia,” katanya yang sekarang sebagai Dirut PT Asuransi Bina Griya Upakara ini kepada Media Asuransi.
Ketika menikmati liburan, bagi Kapler tidak harus mengunjungi kota-kota yang modern di luar negeri. Tetapi tempat-tempat yang masih menawarkan nuansa natural pun sangat menarik. Untuk itulah bersama isterinya, dia sangat menginginkan mengunjungi kota-kota kecil dengan pemandangan yang indah di New Zewland. Namun dia lebih memilih untuk menghadiri pertemuan Council International Broker Association (CIBA) di Afrika Selatan sehingga harus menunda ke New Zueland.
“Kita akhirnya memilih ke Penang Malaysia. Sekaligus kita mengunjungi saudara dan teman-teman di sana. Kita ada acara Natalan dengan pada TKI di sana. Kebetulan saya kan ikut dalam penanganan asuransi TKI. Kita ingin mengetahui masalah-masalah mereka yang ada di sana dengan dialog langsung sehingga lebih interaktif,” jelasnya.
Meskipun saat berlibur, tidak mutlak mengharamkan untuk melakukan pertemuan santi dengan teman-teman. Bahkan saat jauh dari kesibukan kerja, merupakan waktu yang tepat untuk merenung tentang prestasi tahun ini, sesuatu yang tertunda maupun kegagalan yang terjadi. Sebab liburan adalah menikmati hidup dengan penuh keseimbangan antara kerja dan liburan.
Namun semua harus direncakanan dengan matang, biasanya untuk liburan dianggarakan dana sekitar lima persen dari penghasilannya setahun kalau tujuannya ke dalam negeri. Tetapi kalau berwisata ke luar negeri, Kapler membatasi dananya tidak boleh lebih dari 10 persen dari penghasilan setahun. “Prinsip saya itu hidup harus dinikmati, ini merupakan suatu kenikmatan dari hasil dari kerja keras kita. Saya sudah lama menganggarkan penghasilan saya untuk traveling. Sebelum nikah pun saya selalu sisihkan anggaran untuk liburan,” paparnya.
Akhir tahun juga dijadikan waktu liburan bagi keluarga Iwan S. Tanjung. Salah satu Direktur PT ABDA ini akan menghabiskan 10 hari untuk berlibur dengan keluarga Meinawati, isterinya di Puncak dan selebihnya dihabiskan di Bandung. Di Puncak Cipanas, Iwan mengajak kedua buah hatinya Christopher dan Alfred bergabung dengan lima keluarga lainnya. Sebab keluarga besar dari isterinya sudah merencanakan untuk berkumpul bersama di sebuah villa milik keluarga. “Kita berkumpul bersama orang tua dari isteri untuk merayakan Natal dan akhir tahun. Kebetulan di keluarga besar itu banyak yang seusia anak saya, antara SD, SMP dan SMA jadi suasananya cukup meriah, ramai lah,” katanya yang juga aktif di kepengurusan AAUI bidang klaim ini.
Setelah dari Cipanas, Iwan dan keluarganya bergabung dengan keluarga Iwan sendiri yang ada di Bandung. Di sana sisa liburan dihabiskan sampai pergantian tahun. Selama liburan memang lebih ditekankan untuk santai bersama keluarga. Apalagi sehari-hari cukup sibuk dengan urusan kerja sehingga jarang berkumpul bersama anak-anak.
Cerita liburan keluarga pria asal Cirebon ini tidak hanya berkunjung ke kota-kota dalam negeri saja. Sebelumnya, mereka pernah liburan ke Hongkong dan Loss Angles. Kalau liburan ke luar negeri, biasanya menghabiskan waktu dua minggu. Namun liburan dilakukan atas kesepakatan bersama istri dan kedua anaknya. Kalau mereka memiliki usulan lain, maka liburan dilakukan pada kesempatan berikutnya. Untuk liburan yang memakan waktu panjang biasanya dilakukan ketika liburan sekolah pertengahan tahun. “Kita pertengahan tahun ini tidak liburan karena anak-anak sepakat mau ganti ponsel mereka. Jadi anggarannya dipakai untuk membeli ponsel sesuai keinginan mereka,” jelasnya.
Liburan pertengahan tahun juga dinikmati oleh Petrus M. Siregar, karena waktunya lebih panjang lebih dari dua minggu. Sementara liburan akhir tahun tidak ada rencana liburan ke luar kota karena waktunya cukup singkat. Liburan pertengahan tahun ini dipergunakan keluarga Petrus untuk ke Bali dengan menyusuri jalan darat. Meskipun menghabiskan waktu selama 18 hari tetapi memberi keakraban dengan Michel dan Gerald serta Tuti Kusmini, isterinya. “Jadi enak banget lho, lewat jalan darat ke Bali. Berangkatnya lewat jalur utara dan pulangnya melalui jalur selatan. Total kita menghabiskan 18 hari,” jelas salah satu Direktur PT Allianz Utama ini.
Meskipun mengambil kemudi sendiri mobil BMW-nya tidak menjadi masalah karena setiap singgah dan melewati kota-kota yang ada mendapatkan pemandangan yang menyenangkan. Perjalanan dilakukan ketika siang hari dan istirahat bila hari sudah malam. Selama perjalanan, Petrus bersama keluarganya sempat menginap di kota Tegal, Semarang, Rembang, Pasuruan dan sampai tujuan ke Kute Bali. Sedangkan perjalanan pulang menikmati suasana malam di Kota Banyuwangi, Malang, Kediri, Yogyakarta, Tasikmalaya dan selamat sampai Jakarta. “Di setiap kota yang kita lewati, kita melihat apa yang menarik di situ karena kita memang mau santai. Kita sempat melihat parbik rokok di Gudang Garam, Djarum di Kudus dan Jie Sam Soe yang sudah ada museumnya. Kita juga lihat Lumpur Lapindo di Sidoarjo, serta bertemu Ibu Megawati ketika ziarah ke makam Bung Karno di Blitar,” papar pria kelahiran Jakarta ini.
Petrus pun mengakui, meskipun memakan waktu lama tetapi justru menambah keakraban dengan semua anggota keluarganya. Maklum selama ini waktunya dihabiskan untuk urusan pekerjaan. Apalagi selama perjalanan mereka mengabadikan kesempatan tersebut dalam bentuk video maupun foto. Berbagai keceriaan dan kelelahan justru menambah berkesannya masa liburan bersama keluarga. “Pakaian kita satu kantong ketinggalan di hotel kita menginap di Kute, kita baru sadar setelah sampai di Yogyakarta. Padahal isinya itu sekitar 37 potong pakaian kita sehari-hari. Sehabis diterima dari laundry kita lupa bawa, tetapi kita telepon ke hotelnya katanya tidak ada, waduh,” ujar Petrus dengan wajah kecewa. wahid ma’ruf
Baby Born Face Video Clip

Menawarkan Dokumentasi Buah Hati
Dengan ketekunan membuat bisnis yang belum digarap orang berjalan dengan dapat baik. Empat tahun lalu, Vivit Arivianti Arifin merintis usaha dokumentasi ibu melahirkan atau Baby Born Face Video Clip dengan bendera PT Creator Visual Sejahtera (Creviss). Berbagai inovasi dan peningkatan kualitas pelayanan menjadi kunci suksesnya.
Ide merekam peristiwa ibu melahirkan muncul saat kelahiran anak keduanya. Hasil rekaman video tersebut mendapat sambutan dari beberapa temannya sehingga terpikir untuk membuatnya menjadi kegiatan yang komersial. Namun hambatan muncul karena merupakan hal yang baru, merekam ibu melahirkan. Kesulitan masuk ruang bersalin pun salah satu kendalanya. “Saat itu saya tetap optimis karena manfaatnya besar sekali buat si anak bila sudah besar, supaya memahami bahwa melahirkan itu sakit dan penuh pengorbanan,” katanya kepada Media Asuransi.
Proses pengenalan kepada calon kliennya pun membutuhkan waktu. Vivit pun meyakinkan bahwa yang merekam maupun yang mengambil foto semuanya perempuan. Ketika ditawarkan ke ibu yang sedang mengandung pun ada yang menolak dengan alasan sudah memiliki handycam sendiri. Dengan demikian tidak perlu menyewa orang untuk merekamnya. Penolakan lain karena anak pertama sudah lahir sehingga khawatir akan menimbulkan rasa iri.
Dengan beberapa kendala tersebut, Vivit membuat terobosan dan inovasi seperti kerja sama dengan beberapa rumah sakit besar. Tujuannya supaya timnya dapat dengan leluasa merekam detik demi detik proses kelahiran seorang anak. Ini suatu keunggulan karena kalau pihak suami dari ibu yang melahirkan merekam tidak maksimal, biasanya karena terlalu panik ataupun tidak boleh mendampingi istrinya di ruang operasi caesar. Keunggulan lain adalah tim BBFVC siap meluncur kapan saja, baik siang maupun malam ke rumah sakit sesuai keinginan klien. Bahkan kalau hujan lebat pun, begitu ada order langsung menuju lokasi.
“Biasanya kalau suaminya yang merekam, begitu istrinya panik dia juga panik maka lupa harus mengambil gambar. Tim kita juga rela begadang sampai pagi hanya untuk menunggu klien melahirkan, biasanya untuk proses persalinan normal. Kalau yang caesar kan sudah ketahuan waktunya,” jelas mantan finalis wajah Femina 1998 ini.
Berkat ketekunannya, saat ini sudah sebanyak 12 rumah sakit setuju bekejra sama dengan BBFVC. Kebanyakan adalah rumah sakit kelas atas karena dominan dengan proses persalinan caesar. Dengan pihak sponsor pun sudah banyak yang bekerja sama terutama kalangan produsen perlengkapan bayi. Hasilnya tarif yang dikenakan dapat terjangkau, untuk dokumen foto dengan 32 halaman dikenakan biaya antara Rp 1.8 – 4 juta. Untuk dokumentasi video antara Rp 4 – 6 juta. Tarif ini tergantung kesulitan dan tambahan waktu ataupun alur ceritanya. Apabila klien meminta mulai dari proses belanja perlengkapan bayi maka biayanya akan bertambah.
Dengan ketekunan membuat bisnis yang belum digarap orang berjalan dengan dapat baik. Empat tahun lalu, Vivit Arivianti Arifin merintis usaha dokumentasi ibu melahirkan atau Baby Born Face Video Clip dengan bendera PT Creator Visual Sejahtera (Creviss). Berbagai inovasi dan peningkatan kualitas pelayanan menjadi kunci suksesnya.
Ide merekam peristiwa ibu melahirkan muncul saat kelahiran anak keduanya. Hasil rekaman video tersebut mendapat sambutan dari beberapa temannya sehingga terpikir untuk membuatnya menjadi kegiatan yang komersial. Namun hambatan muncul karena merupakan hal yang baru, merekam ibu melahirkan. Kesulitan masuk ruang bersalin pun salah satu kendalanya. “Saat itu saya tetap optimis karena manfaatnya besar sekali buat si anak bila sudah besar, supaya memahami bahwa melahirkan itu sakit dan penuh pengorbanan,” katanya kepada Media Asuransi.
Proses pengenalan kepada calon kliennya pun membutuhkan waktu. Vivit pun meyakinkan bahwa yang merekam maupun yang mengambil foto semuanya perempuan. Ketika ditawarkan ke ibu yang sedang mengandung pun ada yang menolak dengan alasan sudah memiliki handycam sendiri. Dengan demikian tidak perlu menyewa orang untuk merekamnya. Penolakan lain karena anak pertama sudah lahir sehingga khawatir akan menimbulkan rasa iri.
Dengan beberapa kendala tersebut, Vivit membuat terobosan dan inovasi seperti kerja sama dengan beberapa rumah sakit besar. Tujuannya supaya timnya dapat dengan leluasa merekam detik demi detik proses kelahiran seorang anak. Ini suatu keunggulan karena kalau pihak suami dari ibu yang melahirkan merekam tidak maksimal, biasanya karena terlalu panik ataupun tidak boleh mendampingi istrinya di ruang operasi caesar. Keunggulan lain adalah tim BBFVC siap meluncur kapan saja, baik siang maupun malam ke rumah sakit sesuai keinginan klien. Bahkan kalau hujan lebat pun, begitu ada order langsung menuju lokasi.
“Biasanya kalau suaminya yang merekam, begitu istrinya panik dia juga panik maka lupa harus mengambil gambar. Tim kita juga rela begadang sampai pagi hanya untuk menunggu klien melahirkan, biasanya untuk proses persalinan normal. Kalau yang caesar kan sudah ketahuan waktunya,” jelas mantan finalis wajah Femina 1998 ini.
Berkat ketekunannya, saat ini sudah sebanyak 12 rumah sakit setuju bekejra sama dengan BBFVC. Kebanyakan adalah rumah sakit kelas atas karena dominan dengan proses persalinan caesar. Dengan pihak sponsor pun sudah banyak yang bekerja sama terutama kalangan produsen perlengkapan bayi. Hasilnya tarif yang dikenakan dapat terjangkau, untuk dokumen foto dengan 32 halaman dikenakan biaya antara Rp 1.8 – 4 juta. Untuk dokumentasi video antara Rp 4 – 6 juta. Tarif ini tergantung kesulitan dan tambahan waktu ataupun alur ceritanya. Apabila klien meminta mulai dari proses belanja perlengkapan bayi maka biayanya akan bertambah.
Baru Seminggu, Langsung Klaim
Bagi Andi Hasrul H menganggap keputusannya sangat tepat membeli asuransi kendaraan. Sebab baru seminggu, dia beserta keluarganya mengalami kecelakaan beruntun di daerah Losari Jawa Tengah. Meskipun tidak mengalami luka-luka tetapi mobilnya harus diperbaiki sehingga memerlukan biaya mencapai Rp 11 juta. Padahal premi yang belum lama dibayarkan kurang dari empat juta rupiah.
Suatu waktu di tahun 2005, Andi baru saja mengunjungi tempat asal istrinya di Tegal dengan mengajak kedua anaknya. Namun di daerah Losari, jalur Pantura, mobil depannya mengerem mendadak karena di depannya ada becak yang terguling. Tabrakan beruntun pun tidak dapat terelakan. Akibatnya lampu depan, bemper dan kap mesin menjadi hancur. “Jadi kita mengalami kecelakaan beruntun, tetapi saya baru seminggu membeli asuransi kendaraan waktu itu sehingga tidak terlalu khawatir. Kalau tidak maka saya harus mengeluarkan uang sebelas juta rupiah,” katanya kepada Media Asuransi.
Dengan peristiwa tersebut, Anda kemudian menghubungi agen asuransi untuk menanyakan langkah-langkah dalam pengajuan klaim. Sebelum meneruskan perjalanan ke Jakarta, Anda terlebih dahulu meminta berita acara kecelakaan kepada pihak berwajib. Dengan setelah di Jakarta, mobil tersebut diperbaiki di bengkel resmi sesuai dengan pabrikan mobilnya. “Saya waktu itu memilih pembayaran premi yang akan tinggi sehingga bisa ke bengkel resmi,” katanya yang bekerja di salah satu instansi pemerintah ini.
Dengan membawa semua tanda bukti pengeluaran saat mengurus klaim, maka prosesnya menjadi lancar. Apalagi agennya ikut membantu mengarahkan tahap-tahap pengajuan dan berkas yang harus dilengkapi sehingga sangat bertanggungjawab. Pihak asuransi pun tidak menyudutkan meskipun belum lama membeli produk asuransi di sebuah perusahaan dengan prinsip syariah tersebut. Waktu itu Andi membawa berita acara kecelakaan dari kepolisian dan bukti pengeluaran di bengkel. “Prosesnya sangat singat, hanya perlu waktu satu minggu hari kerja, karena kan saya lengkap dokumennya termasuk foto mobil saja setelah kecelakaan karena kebetulan saya membawa kamera,” jelas suami dari Sri Hardini ini.
Andi sangat bersyukur karena semua anggota keluarganya tidak mengalami luka-luka dalam kecelakaan tersebut. Meskipun terjadi kecelakaan hebat tetapi hanya mobil jenis Honda CR-V tahun 2003 ini. Sebenarnya untuk urusan dengan pemilik kendaraan lain atau pihak ketika bisa saja dimasukan dalam klaim asuransi. Tetapi saat itu, Andi tidak mengurus surat keterangan yang digunakan untuk melakukan klaim tersebut. Dengan demikian kerugian pihak ketiga ditanggung sendiri oleh pria asal kota Makasar ini. “Waktu itu ada satu surat yang tidak saya urus, jadi saya tanggung sendiri,” jelasnya yang tinggal di daerah Jagakarsa, Jakarta Selatan.
Ayah dari Afi serta Adif ini, rupanya sudah sadar untuk melindungi apa yang dicintainya dengan asuransi. Untuk mobilnya yang lain pun dilindungi dengan produk asuransi. Demikian juga mobil yang sebelumnya dimiliki pun dilengkapi dengan produk asuransi. Andi beralasan dengan nilai jual mobilnya yang tinggi maka penuh dengan risiko. Apabila terjadi kerusakan maka akan sangat berat bila harus ditanggung sendiri. Apalagi kalau terjadi kecelakaan dalam mengurus klaimnya cukup mudah. Kalau dokumennya lengkap maka klaimnya akan cepat cair. Walaupun harus tetap memperhatikan kredibilitas perusahaan dan agen yang professional. Dengan demikian ketika terjadi masalah maka akan bertanggungjawab kepada nasabahnya. wahid ma’ruf
Blog Walking, Menambah Relasi dan Rejeki
Bagi para pemilik blog, blog walking atau mengunjungi blog lain menjadi keharusan supaya dikenal para blogger. Apalagi kalau ternyata blognya termasuk yang aktif, rejeki pun akan menghampiri. Sebab ada sejumlah perusahaan yang sudah mulai mengincar blog aktif untuk memasang iklan.
Blog adalah istilah untuk website pribadi yang menjadi media bagi para penggunanya sebagai diari dan kumpulan tulisan pribadi. Namun untuk blog yang aktif maka isinya selalu diupdate secara kontinyu dan berisi link-link ke blog lain yang mereka anggap menarik disertai dengan komentar-komentar mereka sendiri. Blog kemudian menjadi media untuk menambah teman. Blog ada yang berbayar dan ada juga blog gratis yang berkembang untuk kepentingan usaha dengan memanfaatkan sebagai etalase produk atau menawarkan jasa professional.
Untuk itulah para blogger bersemangat untuk jalan-jalan atau isilah yang digunakan bila mengunjungi banyak blog lain. Saat jalan-jalan tersebut, para blogger biasanya tidak lupa menyematkan komentar-komentar yang mengelitik atau pendapat-pendapat pribadi. Dengan demikian memiliki daftar link website atau blog lain yang dapat dikunjungi pada blogger. Fenomena ini juga telah berkembang pesat di Indonesia yang didukung dengan adanya berbagai blog gratisan yang dapat dikelola dengan mudah oleh para penggunanya. Beberapa blog gratisan diantaranya blogspot, wordpress ataupun multiply.
Baru-baru ini para blogger telah melakukan pertemuan langsung tidak hanya sebatas balas komentar di blog yang dinamai Pesta Blogger 2007, yang mengambil tema Suara Baru Indonesia. Salah satu tokohnya adalah Wimar Witular sebagai penggagas acara tersebut. Ajang itu pun konon telah berhasil mengumpulkan para blogger sekitar 500 orang. Walaupun sebenarnya banyak blogger yang berminat untuk “jumpa darat”. Mereka saling kenal dari kebiasaan melakukan blog walking dengan latar belakang yang berbeda-beda, mulai dari professional, mahasiswa, akademisi maupun ibu rumah tangga.
Salah satu dari mereka adalah Lita Mariana yang sudah mengenal blog dari tahun 2003. Lulusan ITB ini memanfaatkan blog awalnya sebagai tempat curhat yang berisi tulisan-tulisan pribadi ataupun komentar-komentar terhadap suatu masalah yang dilempar oleh blogger lain. Walaupun disiplin ilmunya adalah teknik kimia, tetapi bukan suatu keharusan isi blognya adalah seputar teknik kimia. Lita lebih cenderung mencurahkan pandangannya tentang sisi-sisi seorang ibu rumah tangga secara luas. Jadi tidak aneh isinya tentang tulisan dunia perempuan baik tentang pendidikan anak, komentar terhadap produk untuk anak. Kesempatan blog walking dilakukan saat waktu senggang dari kesibukannya sebagai seorang pendidik.
“Saya biasanya “jalan-jalan” kalau sedang tidak ada jadwal mengajar, ya mengupdate isinya, mengomentari blog lain. Manfaatnya kita bisa tukar informasi dan dapat menyalurkan potensi saya untuk menulis. Awalnya suami saya yang mendorong untuk memiliki blog sendiri karena melihat potensi saya dan sejauh ini gaya penulisan saya menjadi lebih baik dibanding dulu,” kata pemilik blog http://www.lita.rumahku.com/ ini.
Lita mengakui untuk blog yang aktif dan banyak dikunjungi akan menarik para produsen untuk memasang iklan. Saat ini produsen yang telah mendekati para blogger diantaranya untuk produk telepon seluler dan elektronik. Mereka membidik para pembaca blog sehingga mengenal produknya lebih luas lagi. “Katanya sih mereka ingin menggarap pangsa pasar lain dengan memasang iklan di kalangan blogger, tarifnya juga masih murah tidak semahal di media yang professional,” katanya yang mengajar di kelas internasional SMA 8 Jakarta ini.
Sedangkan Fadlan Kholik, memanfaatkan blog untuk mendapatkan uang saku tambahan dengan memasarkan sebuah produk herbal dari negeri jiran Malaysia. Mahasiswa semester akhir di sebuah STIE ini, melakukan blog walking untuk menawarkan produk tersebut. Blog gratisan miliknya pun diisi penjelasan manfaat produk tersebut bagi kesehatan dilengkapi dengan kandungan obat serta komentar orang-orang yang sudah merasakan hasiatnya. Tentu saja tidak ketinggalan mencantumkan profil dirinya sehingga yang tertarik dapat menghubungi dengan mudah.
“Saya buka internet di warnet paling lama tiga jam, biasanya tiga hari sekali untuk mengupdate isi tentang tulisan-tulisan kesehatan. Biar kalau ada yang klik istilah kesehatan blog saya muncul kan jadi baca produk saya. Selama ini sih ada pengaruhnya kalau tidak diupdate sehingga jarang yang telepon Tanya-tanya produk saya, lumayan lah hasilnya,” katanya yang bisa dijumpai di http://www.melilea-indonesiaku.blogspot.com/ ini.
Blogger lain yang termasuk aktif adalah Enda Nasution, yang ikut menggagas acara Pesta Blogger 2007 lalu. Menurut pria kelahiran Bandung ini, dengan aktif mengelola sebuah blog maka memiliki media untuk mencurahkan isi hatinya. Untuk itu sebuah blog biasanya mencerminkan karakter pemiliknya. Orang lain pun bisa mengikuti perkembangan pemilik blog dengan mudah termasuk memberi komentar maupun bertukar pikiran.
Hal itu dilakukan ketika menempuh tugas belajar di Bangkok. Keluarganya di tanah air cukup membuka blog milik Enda untuk mengetahui kabar secara detail dari waktu ke waktu. Sebab setiap apapun yang dilakukan, secara lengkap ditulis sehingga keluarga tidak was-was. Hal itu tetap dilakukan sampai sekarang karena sang isteri belum selesai sehingga masih berada di Bankok. “Anak saya kan lahir di Bangkok, jadi mulai dari awal kehamilan saya tulis di blog, dari perkembangan setiap bulan saya tulis sehingga keluarga mengetahui secara lengkap. Ada teman lama baru nanya sudah punya anak belum, wah berarti dia tidak membaca blog saya. Kita sudah biasa berkomunikasi melalui blog, kalau ada yang tidak punya blog ya jadi ketinggalan informasi,” katanya yang bekerja di perusahaan beriklanan ini.
Mengunjungi blog memang tidak dibatasi oleh apapun selain tergantung blogger sendiri. Menurut Enda kalau saat membuka sebuah blog orang lain dan cocok dengan isinya, biasnya berikutnya akan berkunjung kembali. Apalagi blog merupakan sebuah media ekspresi yang murah, terjangkau sangat luas walaupun sangat instan. Untuk itu tidak heran kalau jumlah blogger saat ini sudah mencapai 150 ribu dari pengguna internet sebanyak 12 juta orang. Jumlah blogger terus bertambah dua kali lipat setiap enam bulan.
“Kalau ada kecocokan biasanya mereka membentuk komunitas-komunitas, kegiatannya sih lebih cenderung ke arah sosial. Seperti komunitas blogger Bundaran HI yang berhasil mengumpulkan dana mencapai Rp 12 juta untuk dibelikan 20 kambing yang disumbangkan kepada anak sekolah tak mampu di Jawa Timur sebagai modal untuk diternakkan,” katanya pemilik blogger http://www.goblogmedia.com/ ini.
Enda mengakui dunia usaha telah melirik para pemilik blog sebagai ajang mempromosikan produknya. Walaupun belum terlalu tinggi nilainya dibandingkan media professional. Biasanya mereka diberi discount oleh produsen tersebut apabila memberi produknya. Namun kalau terdapat banyak aturan dari produsen maka blogger akan menolak karena sesuai dengan awalnya blog adalah sebuah media untuk mencurahkan pemikirannya secara bebas.wahid ma’ruf
Blog adalah istilah untuk website pribadi yang menjadi media bagi para penggunanya sebagai diari dan kumpulan tulisan pribadi. Namun untuk blog yang aktif maka isinya selalu diupdate secara kontinyu dan berisi link-link ke blog lain yang mereka anggap menarik disertai dengan komentar-komentar mereka sendiri. Blog kemudian menjadi media untuk menambah teman. Blog ada yang berbayar dan ada juga blog gratis yang berkembang untuk kepentingan usaha dengan memanfaatkan sebagai etalase produk atau menawarkan jasa professional.
Untuk itulah para blogger bersemangat untuk jalan-jalan atau isilah yang digunakan bila mengunjungi banyak blog lain. Saat jalan-jalan tersebut, para blogger biasanya tidak lupa menyematkan komentar-komentar yang mengelitik atau pendapat-pendapat pribadi. Dengan demikian memiliki daftar link website atau blog lain yang dapat dikunjungi pada blogger. Fenomena ini juga telah berkembang pesat di Indonesia yang didukung dengan adanya berbagai blog gratisan yang dapat dikelola dengan mudah oleh para penggunanya. Beberapa blog gratisan diantaranya blogspot, wordpress ataupun multiply.
Baru-baru ini para blogger telah melakukan pertemuan langsung tidak hanya sebatas balas komentar di blog yang dinamai Pesta Blogger 2007, yang mengambil tema Suara Baru Indonesia. Salah satu tokohnya adalah Wimar Witular sebagai penggagas acara tersebut. Ajang itu pun konon telah berhasil mengumpulkan para blogger sekitar 500 orang. Walaupun sebenarnya banyak blogger yang berminat untuk “jumpa darat”. Mereka saling kenal dari kebiasaan melakukan blog walking dengan latar belakang yang berbeda-beda, mulai dari professional, mahasiswa, akademisi maupun ibu rumah tangga.
Salah satu dari mereka adalah Lita Mariana yang sudah mengenal blog dari tahun 2003. Lulusan ITB ini memanfaatkan blog awalnya sebagai tempat curhat yang berisi tulisan-tulisan pribadi ataupun komentar-komentar terhadap suatu masalah yang dilempar oleh blogger lain. Walaupun disiplin ilmunya adalah teknik kimia, tetapi bukan suatu keharusan isi blognya adalah seputar teknik kimia. Lita lebih cenderung mencurahkan pandangannya tentang sisi-sisi seorang ibu rumah tangga secara luas. Jadi tidak aneh isinya tentang tulisan dunia perempuan baik tentang pendidikan anak, komentar terhadap produk untuk anak. Kesempatan blog walking dilakukan saat waktu senggang dari kesibukannya sebagai seorang pendidik.
“Saya biasanya “jalan-jalan” kalau sedang tidak ada jadwal mengajar, ya mengupdate isinya, mengomentari blog lain. Manfaatnya kita bisa tukar informasi dan dapat menyalurkan potensi saya untuk menulis. Awalnya suami saya yang mendorong untuk memiliki blog sendiri karena melihat potensi saya dan sejauh ini gaya penulisan saya menjadi lebih baik dibanding dulu,” kata pemilik blog http://www.lita.rumahku.com/ ini.
Lita mengakui untuk blog yang aktif dan banyak dikunjungi akan menarik para produsen untuk memasang iklan. Saat ini produsen yang telah mendekati para blogger diantaranya untuk produk telepon seluler dan elektronik. Mereka membidik para pembaca blog sehingga mengenal produknya lebih luas lagi. “Katanya sih mereka ingin menggarap pangsa pasar lain dengan memasang iklan di kalangan blogger, tarifnya juga masih murah tidak semahal di media yang professional,” katanya yang mengajar di kelas internasional SMA 8 Jakarta ini.
Sedangkan Fadlan Kholik, memanfaatkan blog untuk mendapatkan uang saku tambahan dengan memasarkan sebuah produk herbal dari negeri jiran Malaysia. Mahasiswa semester akhir di sebuah STIE ini, melakukan blog walking untuk menawarkan produk tersebut. Blog gratisan miliknya pun diisi penjelasan manfaat produk tersebut bagi kesehatan dilengkapi dengan kandungan obat serta komentar orang-orang yang sudah merasakan hasiatnya. Tentu saja tidak ketinggalan mencantumkan profil dirinya sehingga yang tertarik dapat menghubungi dengan mudah.
“Saya buka internet di warnet paling lama tiga jam, biasanya tiga hari sekali untuk mengupdate isi tentang tulisan-tulisan kesehatan. Biar kalau ada yang klik istilah kesehatan blog saya muncul kan jadi baca produk saya. Selama ini sih ada pengaruhnya kalau tidak diupdate sehingga jarang yang telepon Tanya-tanya produk saya, lumayan lah hasilnya,” katanya yang bisa dijumpai di http://www.melilea-indonesiaku.blogspot.com/ ini.
Blogger lain yang termasuk aktif adalah Enda Nasution, yang ikut menggagas acara Pesta Blogger 2007 lalu. Menurut pria kelahiran Bandung ini, dengan aktif mengelola sebuah blog maka memiliki media untuk mencurahkan isi hatinya. Untuk itu sebuah blog biasanya mencerminkan karakter pemiliknya. Orang lain pun bisa mengikuti perkembangan pemilik blog dengan mudah termasuk memberi komentar maupun bertukar pikiran.
Hal itu dilakukan ketika menempuh tugas belajar di Bangkok. Keluarganya di tanah air cukup membuka blog milik Enda untuk mengetahui kabar secara detail dari waktu ke waktu. Sebab setiap apapun yang dilakukan, secara lengkap ditulis sehingga keluarga tidak was-was. Hal itu tetap dilakukan sampai sekarang karena sang isteri belum selesai sehingga masih berada di Bankok. “Anak saya kan lahir di Bangkok, jadi mulai dari awal kehamilan saya tulis di blog, dari perkembangan setiap bulan saya tulis sehingga keluarga mengetahui secara lengkap. Ada teman lama baru nanya sudah punya anak belum, wah berarti dia tidak membaca blog saya. Kita sudah biasa berkomunikasi melalui blog, kalau ada yang tidak punya blog ya jadi ketinggalan informasi,” katanya yang bekerja di perusahaan beriklanan ini.
Mengunjungi blog memang tidak dibatasi oleh apapun selain tergantung blogger sendiri. Menurut Enda kalau saat membuka sebuah blog orang lain dan cocok dengan isinya, biasnya berikutnya akan berkunjung kembali. Apalagi blog merupakan sebuah media ekspresi yang murah, terjangkau sangat luas walaupun sangat instan. Untuk itu tidak heran kalau jumlah blogger saat ini sudah mencapai 150 ribu dari pengguna internet sebanyak 12 juta orang. Jumlah blogger terus bertambah dua kali lipat setiap enam bulan.
“Kalau ada kecocokan biasanya mereka membentuk komunitas-komunitas, kegiatannya sih lebih cenderung ke arah sosial. Seperti komunitas blogger Bundaran HI yang berhasil mengumpulkan dana mencapai Rp 12 juta untuk dibelikan 20 kambing yang disumbangkan kepada anak sekolah tak mampu di Jawa Timur sebagai modal untuk diternakkan,” katanya pemilik blogger http://www.goblogmedia.com/ ini.
Enda mengakui dunia usaha telah melirik para pemilik blog sebagai ajang mempromosikan produknya. Walaupun belum terlalu tinggi nilainya dibandingkan media professional. Biasanya mereka diberi discount oleh produsen tersebut apabila memberi produknya. Namun kalau terdapat banyak aturan dari produsen maka blogger akan menolak karena sesuai dengan awalnya blog adalah sebuah media untuk mencurahkan pemikirannya secara bebas.wahid ma’ruf
Berlangganan Postingan [Atom]