Selasa, 13 Oktober 2009
Sesi II Cermati Saham INCO&SMGR!
Wahid Ma'ruf (sumber: INILAH.COM)
INILAH.COM, Jakarta - Saham International Nickel Indonesia (INCO) dan Semen Gresik (SMGR) menjadi pilihan di sesi II yang diperkirakan melanjutkan penguatan di kisaran 2490 - 2509.
Hal itu dikatakan analis saham Reliance Securities, Gina Novrina Nasution Rabu (14/10). "Saham INCO pada perdagangan sesi II diperkirakan masih akan menguat dengan kisaran di level 4.100 - 4.275," katanya.
Dalam jangka pendek penguatan saham INCO masih akan berlanjut. Pada sesi I saham INCO ditutup menguat Rp 125 ke Rp 4.225 dengan volume 33.073 unit saham senilai Rp 69,27 miliar sebanyak 1.327 kali transaksi.
Sementara saham SMGR pada perdagangan sesi II diperkirakan masih akan mengalmai penguatan dan berada di kisaran 6.700 - 6.900. Dalam jangka pendek momentum berpotensi terjadi golden cross dan hal itu merupakan signal beli. Dalam jangka pendek dan menengah saham SMGR akan memasuki pola trend bullish. Pada sesi I saham SMGR ditutup naik Rp 250 ke Rp 6.800 dengan volume transaksi 10.541 unit saham senilai Rp 35,6 miliar sebanyak 539 kali transaksi. [hid]
IHSG Sesi I Ditutup naik 31,99 Poin
INILAH.COM, Jakarta - IHSG pada sesi I perdagangan Rabu (14/10) ditutup naik 31,99 poin (1,29%) ke level 2.503,98 karena sentimen positif harga minyak dunia di US$ 74 per barel sehingga mendorong investor memburu saham unggulan.
Hal itu dikatakan analis saham First Asia Capital, Bayu Aji kepada INILAH.COM Rabu (14/10). "Indeks dipengaruhi kenaikan harga komoditi sehingga saham-saham yang terpengaruh harga minyak mengalami kenaikan. Meskipun masih dominan saham-saham unggulan," katanya.
Meskipun kenaikan cukup lumayan tetapi volume dan nilai transaksi masih tergolong kecil. Transaksi masih didominasi investor lokal sehingga tidak dapat mendorong kenaikan lebih tajam lagi. Sedangkan investor asing masih lebih banyak menunggu sentimen positif yang lebih kuat. Penguatan diperkirakan akan bertahan hingga penutupan sesi II nanti.
Volume perdagangan mencapai 1,8 miliar unit saham senilai Rp1,8 triliun dengan 117 saham naik, 52 saham turun serta 75 saham stagnan. Untuk LQ45 naik 7,6 poin ke 493,33 dan Jakarta Islamic Index (JII) naik 5,7 poin ke 408,17.
Untuk saham-saham yang naik antara lain Astra Agro Lestari (AALI) naik Rp 450 ke Rp 22.300, Indo Tambangraya Megah (ITMG) naik 350 ke Rp24.100, Indocement Tunggal Prakasa (INTP) naik Rp 350 ke Rp11.900, Tambang Batubara Bukit Asam (PTBA) naik Rp 300 ke Rp14.400, Gudang Garam (GGRM) naik Rp300 ke Rp14.300, PP London Sumatera (LSIP) naik Rp300 ke Rp 8.250, Semen Gresik (SMGR) naik Rp 250 ke Rp 6.800.
Untuk saham-saham yang turun antara lain Bank Mega (MEGA) turun Rp 150 ke Rp2.000, Multibreeder Adirama Indonesia (MBAI) turun Rp 100 ke Rp 3.800, Bank Tabungan Pensiunan Nasional (BTPN) turun Rp 75 ke Rp 3.575. [hid]
IHSG Dibuka Naik 12,72 Poin
Wahid Ma'ruf
INILAH.COM, Jakarta - IHSG pada perdagangan Rabu (14/10) dibuka naik 12,72 poin (0,51%) ke level 2.484,71 karena sentimen positif laporan keuangan kuartal III beberapa emiten dan harga minyak dunia yang tercatat naik menembus US$ 74 per barel.
Volume perdagangan mencapai 52,2 juta unit saham senilai Rp38,5 miliar dengan 31 saham naik, 5 saham turun serta 21 saham stagnan. Untuk LQ45 naik 3,1 poin ke 488,78 dan Jakarta Islamic Index (JII) naik 1,6 poin ke 404,16.
Untuk saham-saham yang naik antara lain Astra Agro Lestari (AALI) naik Rp350 ke Rp22.200, Indo Tambangraya Megah (ITMG) naik 150 ke Rp23.900, Indocement Tunggal Prakasa (INTP) naik Rp 150 ke Rp11.700, Tambang Batubara Bukit Asam (PTBA) naik Rp100 ke Rp14.200, Telekomunikasi Indonesia (TLKM) naik Rp100 ke Rp8.900, PP London Sumatera (LSIP) naik Rp100 ke Rp8.050, Bank Mandiri (BMRI) naik Rp 100 ke Rp4.900.
Untuk saham-saham yang turun antara lain Unilever Indonesia (UNVR) turun Rp50 ke Rp11.000, Leo Investment (ITTG) turun Rp20 ke Rp340.
Pergerakan IHSG pada perdagangan Rabu (14/10) ini diperkirakan cenderung sideway yang berada di kisaran 2.450 - 2.488 dengan saham-saham pilihan seperti TLKM, UNSP, BUMI, ANTM dan PTBA.[hid] *sumber INILAH.COM
Inilah Saham Pilihan Hari Ini!
Wahid Ma'ruf
INILAH.COM, Jakarta - Dalam kecenderungan IHSG yang akan melanjutkan penguatan dengan kisaran 2.458 - 2487, saham Telekomunikasi Indonesia (TLKM) dan Bumi Resources (BUMI).
Hal itu dikatakan analis saham Reliance Securities Gina Novrina Nasution kemarin. "Saham TLKM diperkirakan volume perdagangan mengalami kenaikan sehingga perdagangan hari ini akan melanjutkan penguatan," katanya.
Saham TLKM direkomendasikan beli pada Rp 8.800 dan jual pada Rp 9.050 dari penutupan kemarin Rp 8.800. Dalam jangka menengah saham TLKM masih dalam pola trend bullish.
Sedangkan saham BUMI diperkirakan masih akan mengalami pelemahan. Hari ini saham BUMI direkomendasikan beli pada Rp 2.750 dan jual pada Rp 2.850 dari penutupan kemarin Rp 2.800 dengan kisaran berada di 2.750 - 3.025. Dalam jangka pendek saham BUMI masih akan bergerak ke bawah dan mengindikasikan pelemahan. [hid]
Ayo! Beli BBCA, BMRI, TLKM, ISAT, INDF & UNVR
INILAH.COM, Jakarta - Pergerakan IHSG
pada perdagangan Selasa (13/10) ini diperkirakan masih akan mengalami koreksi yang bergerak di kisaran 2.420 - 2.500 dengan saham pilihan antara lain BBCA, BMRI, TLKM, ISAT, INDF & UNVR.
Hal itu dikatakan Kepala Riset Paramitra Alfa Sekuritas, Pardomuan Sihombing kepada INILAH.COM kemarin. "IHSG besok (hari ini, red) diperkirakan masih berpeluang melanjutkan pelemahan. IHSG terpengaruh sentimen regional dan aksi profit taking yang dilakukan investor asing," katanya.
Investor menunggu keluarnya laporan keuangan kuartal III yang diperkirakan berbeda dengan kuartal sebelumnya. Sektor yang diperkirakan masih menarik sambil menunggu sentimen baru antara lain perbankan, infrastruktur dan konsumer. Namun investor dapat melakukan akumulasi dengan strategi buy on weakness (BoW). Saham-saham tersebut antara lain Bank Central Asia (BBCA),Bank Mandiri ( BMRI), Telekomunikasi Indonesia (TLKM), Indosat (ISAT), Indofoof Sukses Makmur (INDF) & Unilever Indonesia (UNVR).
Sementara analis saham Panin Securities, Purwoko Sartono memperkirakan IHSG akan bergerak mixed dengan kecenderungan melemah. "Hari ini kami perkirakan indeks akan bergerak mixed dengan kecenderungan melemah," katanya.
Meski demikian, ada peluang untuk trading pada saham pertambangan dan perkebunan. IHSG
diperkirakan akan menguji level support 2.442, sementara untuk resistance harian di 2.474. IHSG bergerak melemah -0,72% ditutup di 2.456,689 yang didorong melemahnya saham sektor perbankan. Transaksi juga relatif sepi jika dibandingkan dengan rata-rata perdagangan pada pekan lalu. [hid/cms]
Berlangganan Postingan [Atom]