Rabu, 17 September 2008
Travel Insurance, Kebutuhan Pokok Para Pelancong
Untuk melindungi para pelancong dari kecelakaan maupun ketidaknyamanan, perusahaan asuransi menawarkan travel insurance. Sayangnya, minat masyarakat untuk melengkapi perjalanan dengan produk ini masih minim. Mengapa?
Menempuh sebuah perjalanan, terutama perjalanan jarak jauh, berarti juga menyediakan diri menghadapi risiko yang tidak terduga sebelumnya.Pada umumnya, dengan produk asuransi perjalanan, perusahaan asuransi berupaya menutup risiko selama dalam perjalanan atau selama berada di kota tujuan. Risiko yang ditutup adalah risiko kecelakaan dan meninggal dunia. Namun ada juga yang melindungi dari ketidaknyamanan selama dalam perjalanan seperti terkena sakit, kehilangan barang bawaan, maupun pengalihan rute perjalanan. Bahkan perjalanan yang tertunda.
PT Asuransi Central Asia (ACA) memiliki produk yang menawarkan perlindungan untuk perjalanan domestik maupun internasional. Bagi yang akan bepergian ke luar negeri, ACA menyediakan produk Travel Safe dan untuk perjalanan domestik dengan Travel Safe Domestic. Produk tersebut dijual dengan bekerja sama travel agency, karena memang ditujukan untuk para traveler atau wisatawan.
Menurut A Robinson Telaumbanua, Assistant Vice President Travel Insurance, Personal Lines Business Departement PT Asuransi Central Asia, penyebaran produk ini merata di seluruh Indonesia yang ada kantor cabang ACA. Ini bertujuan untuk bisa menjangkau para traveler yang ada di daerah-daerah. Preminya juga sangat terjangkau. Untuk Travel Save Domestic hanya lima ribu rupiah untuk sekali perjalanan, sedang Travel Safe preminya tergantung lamanya perjalanan. Sebagai contoh, untuk yang berlakusatu bulan saja, premi paling mahalnya hanya Rp100 ribu. “Meskipun preminya segitu, tetapi kita menyediakan total uang pertanggungan maksimal satu miliar rupiah,” katanya kepada Media Asuransi.
Tidak hanya risiko kecelakaan dalam perjalanan saja yang dilindungi asuransi perjalanan, permasalahan yang kemungkinan sering ditemui di perjalanan juga akan masuk dalam cover asuransi. Misalnya dalam perjalanan kehilangan koper, bagasi yang terlambat datang, adanya penundaaan pesawat, bahkan risiko kemungkinan kehilangan uang cash selama dalam perjalanan. Ada juga yang lebih lengkap lagi, yaitu kalau di kota tujuan nasabah menghadapi permasalahan hukum, itu juga akan di-back up asuransi ini.
“Pernah kami mendapat klaim dari tertanggung yang kopernya dikirim ke Prancis, sementara tujuan sebenarnya ke Inggris. Ada juga yang besok mau pergi, tiba-tiba sakit sehingga harus membatalkan perjalanan dan membatalkan voucher hotel. Jadi tidak hanya perlindungan selama naik pesawat saja yang diproteksi,” jelasnya.
Asuransi lain yang menawarkan produk perjalanan ini adalah PT Asuransi AXA Indonesia. Perusahaan ini menawarkan produk asuransi perjalanan dengan label Smart Traveller. Selain memberikan perlindungan perjalanan biasa, AXA Indonesia juga memberikan perlindungan terhadap risiko terrorism. Fasilitas perlindungan ini merupakan upaya untuk lebih memberikan pelayanan yang luas sampai ke daerah-daerah, yang masih memungkinkan terjadinya aksi teroris.
Menurut Direktur Operasional PT Asuransi AXA Indonesia, Iwan Semiawan, pihaknya ingin memiliki produk yang lebih khusus lagi selain menawarkan perlindungan yang sudah ada di pasar. Hal ini untuk membidik perjalanan rohani ke tempat-tempat keagamaan, misalnya ke Timur Tengah maupun belahan dunia lain yang masih terjadi konflik. Namun kalau perlindungan yang khusus untuk rombongan umroh, perusahaan menyediakan Smart Traveller Umroh. Untuk risiko terjadinya pembajakan pun sudah ditawarkan oleh AXA Indonesia ini.
“Kalau sedang berziarah di Palestina atau pun Israel serta India, siapa yang bisa memastikan keselamatannya kalau tiba-tiba ada bom. Jadi ini pengembangan produk kami di samping memberi perlindungan yang sudah ada,” tandasnya.
Selama ini klien yang ditangani merupakan rombongan dari perusahaan-perusahaan dan sebagian kecil merupakan perjalanan keluarga ke Eropa. AXA Indonesia telah bekerja sama dengan sekitar 70 biro perjalanan yang berada di tiga kota, yaitu Jakarta, Surabaya dan Medan.
AXA Indonesia belum masuk ke pasar dalam negeri dan masih konsentrasi untuk perjalanan ke luar negeri. Dengan dominasi perjalanan wisata kebutuhan untuk perlindungan selama berada di daerah tujuan sangat penting. “Untuk klaim asuransi perjalanan sebagian besar medical, karena di negara eropa sangat berbeda cuacanya sehingga banyak yang sakit,” katanya sambil menjelaskan produk ini tahun lalu memiliki kontribusi terhadap premi keseluruhan sekitar empat persen.
Sementara itu, PT Asuransi Jasindo menawarkan asuransi perjalanan dengan sistem kupon. Produknya terdiri dari dua yaitu Pelangi yang khusus untuk melindungi penumpang pesawat terbang dari bandara asal ke bandara tujuan. Asuransi Pelangi dipasarkan di bandara di seluruh Indonesia dengan harga Rp10-25 ribu per kupon, dengan harga pertanggungan maksimal mencapai Rp250 juta.
Menurut Kepala Divisi Asuransi Non Kendaraan Bermotor Jasindo, Muhammad Khoirun, produk asuransi Pelangi ini dikemas secara sederhana bagi para penumpang pesawat sehingga tidak memakan waktu dalam pengurusannya. Dalam setiap pembelian terdapat tiga salinan yaitu diberikan kepada nasabah, pihak Jasindo dan pihak Angkasa Pura sehingga masuk manifest penumpang.
“Jadi kalau terjadi kecelakaan pesawat, kita langsung melakukan pemantauan kalau di antara penumpang tersebut ada yang membeli asuransi Pelangi. Dengan salinan tersebut kita hubungi keluarganya,” katanya. Ini dilakukan saat terjadi kecelakaan pesawat di Medan beberapa tahun lalu, Jasindo yang menghubungi pihak keluarga dari dua korban pembeli Pelangi saat itu. Demikian juga pada kecelakaan di Mamuju pihaknya menghubungi keluarga korban dari tujuh pembeli asuransi Pelangi.
Selain itu, Jasindo juga menawarkan Asuransi Lintasan yang melindungi nasabah selama dalam perjalanan. Produk ini melindungi peserta tidak hanya dalam perjalanannya saja tetapi selama di kota tujuan. Tidak itu saja, dalam kesempatan tertentu Jasindo mengeluarkan produk seperti saat lebaran dengan Jasindo Mudik.
Asuransi perjalanan juga ditawarkan PT Asuransi Winterthur Life Indonesia dalam kemasan Winfly Plus rupiah maupun dolar AS. Produk ini khusus untuk perjalanan ke luar negeri. Dan yang lebih dominan permintaannya saat ini untuk perjalanan ke Eropa. Ini disebabkan negara-negara di sana mewajibkan pengurusan visa harus disertai dengan asuransi perjalanan.
Menurut Direktur Marketing Winterthur, Christian Wanandi, produk ini melindungi nasabah dari risiko kecelakaan yang mengakibatkan catat tetap dengan memberikan penggantian biaya perawatan maupun penundaan perjalanan karena sakit. Winfly Plus ditawarkan dalam kategori VIP Plan dengan maksimal pertanggungan sebesar Rp500 juta maupun Executive Plan sekitar Rp250 juta.
“Kita menghitung dari tanggal dia mulai berangkat sampai nanti kembali. Untuk masa penanggungan maksimal tiga bulan tetapi rata-rata dua minggu. Peminatnya lebih banyak untuk wisata atau kalau nasabah menengok keluarganya yang tinggal di Eropa,” katanya.
Untuk nasabah rombongan, Winterthur melakukan kebijakan maksimal 40 orang dalam satu pesawat. Hal ini untuk menghindari besarnya klaim kalau terjadi kecelakaan pesawat sehingga dilakukan pemisahan. Untuk produk Winfly baru bisa diperoleh di Bandung dan Jakarta saja. Meskipun melayani tujuan ke semua negara tetapi permintaan yang paling banyak untuk tujuan Eropa dan Australia. “Kalau untuk tujuan Asia jarang yang melengkapi dirinya dengan asuransi perjalanan. Mungkin mereka pikir kalau sakit biayanya tidak semahal di Eropa,” jelasnya. Wahid Ma’ruf
Menempuh sebuah perjalanan, terutama perjalanan jarak jauh, berarti juga menyediakan diri menghadapi risiko yang tidak terduga sebelumnya.Pada umumnya, dengan produk asuransi perjalanan, perusahaan asuransi berupaya menutup risiko selama dalam perjalanan atau selama berada di kota tujuan. Risiko yang ditutup adalah risiko kecelakaan dan meninggal dunia. Namun ada juga yang melindungi dari ketidaknyamanan selama dalam perjalanan seperti terkena sakit, kehilangan barang bawaan, maupun pengalihan rute perjalanan. Bahkan perjalanan yang tertunda.
PT Asuransi Central Asia (ACA) memiliki produk yang menawarkan perlindungan untuk perjalanan domestik maupun internasional. Bagi yang akan bepergian ke luar negeri, ACA menyediakan produk Travel Safe dan untuk perjalanan domestik dengan Travel Safe Domestic. Produk tersebut dijual dengan bekerja sama travel agency, karena memang ditujukan untuk para traveler atau wisatawan.
Menurut A Robinson Telaumbanua, Assistant Vice President Travel Insurance, Personal Lines Business Departement PT Asuransi Central Asia, penyebaran produk ini merata di seluruh Indonesia yang ada kantor cabang ACA. Ini bertujuan untuk bisa menjangkau para traveler yang ada di daerah-daerah. Preminya juga sangat terjangkau. Untuk Travel Save Domestic hanya lima ribu rupiah untuk sekali perjalanan, sedang Travel Safe preminya tergantung lamanya perjalanan. Sebagai contoh, untuk yang berlakusatu bulan saja, premi paling mahalnya hanya Rp100 ribu. “Meskipun preminya segitu, tetapi kita menyediakan total uang pertanggungan maksimal satu miliar rupiah,” katanya kepada Media Asuransi.
Tidak hanya risiko kecelakaan dalam perjalanan saja yang dilindungi asuransi perjalanan, permasalahan yang kemungkinan sering ditemui di perjalanan juga akan masuk dalam cover asuransi. Misalnya dalam perjalanan kehilangan koper, bagasi yang terlambat datang, adanya penundaaan pesawat, bahkan risiko kemungkinan kehilangan uang cash selama dalam perjalanan. Ada juga yang lebih lengkap lagi, yaitu kalau di kota tujuan nasabah menghadapi permasalahan hukum, itu juga akan di-back up asuransi ini.
“Pernah kami mendapat klaim dari tertanggung yang kopernya dikirim ke Prancis, sementara tujuan sebenarnya ke Inggris. Ada juga yang besok mau pergi, tiba-tiba sakit sehingga harus membatalkan perjalanan dan membatalkan voucher hotel. Jadi tidak hanya perlindungan selama naik pesawat saja yang diproteksi,” jelasnya.
Asuransi lain yang menawarkan produk perjalanan ini adalah PT Asuransi AXA Indonesia. Perusahaan ini menawarkan produk asuransi perjalanan dengan label Smart Traveller. Selain memberikan perlindungan perjalanan biasa, AXA Indonesia juga memberikan perlindungan terhadap risiko terrorism. Fasilitas perlindungan ini merupakan upaya untuk lebih memberikan pelayanan yang luas sampai ke daerah-daerah, yang masih memungkinkan terjadinya aksi teroris.
Menurut Direktur Operasional PT Asuransi AXA Indonesia, Iwan Semiawan, pihaknya ingin memiliki produk yang lebih khusus lagi selain menawarkan perlindungan yang sudah ada di pasar. Hal ini untuk membidik perjalanan rohani ke tempat-tempat keagamaan, misalnya ke Timur Tengah maupun belahan dunia lain yang masih terjadi konflik. Namun kalau perlindungan yang khusus untuk rombongan umroh, perusahaan menyediakan Smart Traveller Umroh. Untuk risiko terjadinya pembajakan pun sudah ditawarkan oleh AXA Indonesia ini.
“Kalau sedang berziarah di Palestina atau pun Israel serta India, siapa yang bisa memastikan keselamatannya kalau tiba-tiba ada bom. Jadi ini pengembangan produk kami di samping memberi perlindungan yang sudah ada,” tandasnya.
Selama ini klien yang ditangani merupakan rombongan dari perusahaan-perusahaan dan sebagian kecil merupakan perjalanan keluarga ke Eropa. AXA Indonesia telah bekerja sama dengan sekitar 70 biro perjalanan yang berada di tiga kota, yaitu Jakarta, Surabaya dan Medan.
AXA Indonesia belum masuk ke pasar dalam negeri dan masih konsentrasi untuk perjalanan ke luar negeri. Dengan dominasi perjalanan wisata kebutuhan untuk perlindungan selama berada di daerah tujuan sangat penting. “Untuk klaim asuransi perjalanan sebagian besar medical, karena di negara eropa sangat berbeda cuacanya sehingga banyak yang sakit,” katanya sambil menjelaskan produk ini tahun lalu memiliki kontribusi terhadap premi keseluruhan sekitar empat persen.
Sementara itu, PT Asuransi Jasindo menawarkan asuransi perjalanan dengan sistem kupon. Produknya terdiri dari dua yaitu Pelangi yang khusus untuk melindungi penumpang pesawat terbang dari bandara asal ke bandara tujuan. Asuransi Pelangi dipasarkan di bandara di seluruh Indonesia dengan harga Rp10-25 ribu per kupon, dengan harga pertanggungan maksimal mencapai Rp250 juta.
Menurut Kepala Divisi Asuransi Non Kendaraan Bermotor Jasindo, Muhammad Khoirun, produk asuransi Pelangi ini dikemas secara sederhana bagi para penumpang pesawat sehingga tidak memakan waktu dalam pengurusannya. Dalam setiap pembelian terdapat tiga salinan yaitu diberikan kepada nasabah, pihak Jasindo dan pihak Angkasa Pura sehingga masuk manifest penumpang.
“Jadi kalau terjadi kecelakaan pesawat, kita langsung melakukan pemantauan kalau di antara penumpang tersebut ada yang membeli asuransi Pelangi. Dengan salinan tersebut kita hubungi keluarganya,” katanya. Ini dilakukan saat terjadi kecelakaan pesawat di Medan beberapa tahun lalu, Jasindo yang menghubungi pihak keluarga dari dua korban pembeli Pelangi saat itu. Demikian juga pada kecelakaan di Mamuju pihaknya menghubungi keluarga korban dari tujuh pembeli asuransi Pelangi.
Selain itu, Jasindo juga menawarkan Asuransi Lintasan yang melindungi nasabah selama dalam perjalanan. Produk ini melindungi peserta tidak hanya dalam perjalanannya saja tetapi selama di kota tujuan. Tidak itu saja, dalam kesempatan tertentu Jasindo mengeluarkan produk seperti saat lebaran dengan Jasindo Mudik.
Asuransi perjalanan juga ditawarkan PT Asuransi Winterthur Life Indonesia dalam kemasan Winfly Plus rupiah maupun dolar AS. Produk ini khusus untuk perjalanan ke luar negeri. Dan yang lebih dominan permintaannya saat ini untuk perjalanan ke Eropa. Ini disebabkan negara-negara di sana mewajibkan pengurusan visa harus disertai dengan asuransi perjalanan.
Menurut Direktur Marketing Winterthur, Christian Wanandi, produk ini melindungi nasabah dari risiko kecelakaan yang mengakibatkan catat tetap dengan memberikan penggantian biaya perawatan maupun penundaan perjalanan karena sakit. Winfly Plus ditawarkan dalam kategori VIP Plan dengan maksimal pertanggungan sebesar Rp500 juta maupun Executive Plan sekitar Rp250 juta.
“Kita menghitung dari tanggal dia mulai berangkat sampai nanti kembali. Untuk masa penanggungan maksimal tiga bulan tetapi rata-rata dua minggu. Peminatnya lebih banyak untuk wisata atau kalau nasabah menengok keluarganya yang tinggal di Eropa,” katanya.
Untuk nasabah rombongan, Winterthur melakukan kebijakan maksimal 40 orang dalam satu pesawat. Hal ini untuk menghindari besarnya klaim kalau terjadi kecelakaan pesawat sehingga dilakukan pemisahan. Untuk produk Winfly baru bisa diperoleh di Bandung dan Jakarta saja. Meskipun melayani tujuan ke semua negara tetapi permintaan yang paling banyak untuk tujuan Eropa dan Australia. “Kalau untuk tujuan Asia jarang yang melengkapi dirinya dengan asuransi perjalanan. Mungkin mereka pikir kalau sakit biayanya tidak semahal di Eropa,” jelasnya. Wahid Ma’ruf
Berlangganan Postingan [Atom]