Rabu, 17 September 2008

 

Muhammad Khoirun

Terobsesi Premi Satu Triliun

Menduduki jabatan baru sebagai Kepala Divisi Asuransi Non Kendaraan Bermotor (NKB) merupakan rangkaian pengabdian Mohammad Khoirun pada perusahaan tempatnya bekerja. Sarjana Teknik Kimia dari Universitas Diponegoro-Semarang ini, harus melanjutkan tongkat kepemimpinan untuk mendukung bisnis PT Asuransi Jasa Indonesia (Jasindo) dari sisi ritel.
Setelah menduduki posisi tersebut sejak Maret 2008 lalu, Khoirun terobsesi menyumbang pendapatan premi sekitar satu triliun rupiah. “Ini mimpi saya, sebab dari target premi perusahaan Rp2,4 triliun, boleh dong dari ritel saya bermimpi menyumbang premi satu triliun rupiah,” katanya kepada Media Asuransi.


Ayah lima orang anak ini melihat, selama ini ritel hanya menyumbang premi sekitar Rp600-700 miliar setiap tahunnya. Paling tidak dengan jam terbang yang dimilikinya, obsesi tersebut diyakini dapat menjadi kenyataan. Khoirun teringat ketika menjadi Kepala Cabang Bandung, juga berhasil mendongkrak pendapatan premi. “Sebelumnya Cabang Bandung perolehan preminya belum pernah diatas Rp100 miliar. Tapi saya bisa mencapai Rp400 miliar,” katanya.
Untuk mendukung obsesinya, Khoirun merumuskan untuk bekerja sama dengan PLN dan Telkom agar mengansuransikan pelanggan masing-masing. Tentunya dibarengi dengan strategi-strategi jitu yang dilakukan bersama timnya. Sebab dunia asuransi memang pilihannya sejak muda. Pria kelahiran Klaten ini teringat saat tahun 1985 dia lebih memutuskan memilih berkarir di Jasindo daripada di Badan Tenaga Atom Nasional (Batan).

Dengan telaten, Khoirun meniti jalan kariernya setahap demi setahap, melewati divisi rating, divisi klaim, kemudian terbang ke Padang dan Bandung untuk menjadi kepala cabang. Bahkan sempat menjadi Direktur SDM di Asuransi Tokio Marine Indonesia (Jasindo memiliki saham di perusahaan patungan ini) selama dua tahun dari tahun 2005 hingga 2007. Namun lika-liku hidupnya merupakan pengabdian, meskipun saat ini harus mengelola asuransi ritel, divisi yang belum pernah dilakoninya. “Kalau kita kerja maka harus bisa memberikan kontribusi,” ucap suami dari Lina Susanti ini menjelaskan filosofi hidupnya. Wahid Ma’ruf

Komentar: Posting Komentar

Berlangganan Posting Komentar [Atom]





<< Beranda

This page is powered by Blogger. Isn't yours?

Berlangganan Postingan [Atom]