Rabu, 17 September 2008

 

Memperbanyak Anggota MDRT

Dalam seluk beluk agen asuransi, wadah Million Dollar Round Table (MDRT) memiliki gengsi tersendiri. Bagi yang sudah menjadi anggota, MDRT merupakan pengakuan sebagai agen asuransi yang profesional dan dapat dipercaya. Namun, saat ini di Indonesia jumlah keanggotaannya masih sedikit, mengapa?

Banyak pihak yang sudah mengakui, agen asuransi merupakan profesi yang sangat menjanjikan. Apalagi kalau bukan kesempatan mendapatkan penghasilan yang tidak terbatas. Kalau sudah meraih kesuksesan, apa pun bisa diwujudkan seperti mobil mewah, rumah yang megah, maupun kualitas hidup kelas atas dapat diraih agen asuransi.


Namun untuk meraihnya perlu perjuangan yang sangat melelahkan. Agen asuransi tidak menjual barang seperti halnya tenaga marketing lainnya. Menjual sebuah perlindungan dari berbagai risiko yang dia jaminkan kepada masyarakat atau calon nasabah, merupakan pekerjaan yang tidak mudah. Namun tidak sedikit yang sudah menggenggam manisnya kesuksesan menjadi agen asuransi.


Setelah berjaya di lingkungan perusahaan sendiri, agen asuransi memiliki wadah untuk mengembangkan wawasan dengan dunia luar. Tahap berikutnya, ada organisasi agen asuransi yang cakupannya adalah seluruh dunia yaitu MDRT. Dalam forum tersebut, agen asuransi lebih didorong untuk membuka wawasan bahwa ada sesuatu yang bisa dijangkau lagi. Sesuatu yang belum terbayang sebelumya.


Menurut Zone Chair South East Asia (SEA) Jeannette Sulindro, MDRT adalah suatu forum untuk sharing ide-ide dalam perencanaan keuangan dan teknik-teknik penjualan asuransi jiwa dan jasa keuangan. MDRT menentukan standar profesionalisme agen dalam komitmen terhadap diri sendiri dan perusahaan. Forum ini memberikan perhatian penuh terhadap seluruh aspek kehidupan yang lebih bermakna dan meningkatkan produktivitas di masa mendatang. “MDRT menjadi atribut yang prestige para agen sukses,” katanya dalam MDRT Day Indonesia 2008, tanggal 5 Agustus lalu.


Agen asuransi di Indonesia mendapat kesempatan bergabung dalam forum MDRT karena akan banyak manfaat yang diperoleh setelah menjadi anggota. Sebagai tenaga pemasaran dari seluruh perusahaan asuransi di Indonesia, profesi agen asuransi dan jasa keuangan sangat kompetitif. Untuk itu mereka dituntut mengembangkan diri secara berkesinambungan, menciptakan keunggulan kompetitif, menciptakan inovasi, efisiensi operasional dan kekuatan pada diri sendiri.


MDRT merupakan pangakuan internasional atas prestasi agen asuransi yang syarat menjadi angggota harus memperoleh premi minimal Rp500 juta atau yang mendapatkan komisi minimal Rp250 juta dalam setahun. MDRT dibentuk sekitar tahun 1972 oleh sekitar 32 agen asuransi terbaik dengan perolehan premi mencapai satu juta dolar AS saat itu. Sekarang MDRT anggotanya berasal dari 74 negara dengan dukungan 480 perusahaan asuransi di seluruh dunia. Organisasi ini merupakan forum dunia bagi jawara di bidang penjualan yang berbasis asuransi jiwa.


Saat ini, secara keseluruhan jumlah agen asuransi di Indonesia per Juli 2008 mencapai 200 ribu orang. Padahal tahun lalu baru sebanyak 150 ribu orang dan tahun 2006 baru mencapai 90 ribu orang. Latar belakang agen asuransi itu sangat beragam mulai dari mahasiswa, ibu rumah tangga maupun para profesional di bidang keuangan atau pun profesi lainnya. “Jadi itulah tugas kita untuk meningkatkan pengetahuan dan kemampuan sebagai seorang profesional. Untuk bertukar wawasan dan tantangan, MDRT Indonesia secara rutin melakukan pertemuan dalam MDRT Day Indonesia sejak tahun 2001 sampai sekarang kecuali tahun 2003 dan 2004 sehingga bermanfaat bagi agen asuransi,” jelasnya.

Namun anggota MDRT di Indonesia masih sedikit, tahun ini baru merangkak di angka 471 orang. MDRT memang bukan forum sembarangan, mereka adalah agen asuransi pilihan dengan kemampuan menjaga perolehan premi sesuai ketentuan. Misalnya untuk tahun 2009 nanti, syarat members MDRT adalah minimal Rp500 juga untuk premi dan Rp250 juta untuk perolehen komisi. Jadi, meskipun tahun lalu sudah menjadi anggota MDRT, belum tentu tahun berikutnya tetap memenuhi syarat menjadi anggota. Untuk itulah kemampuan menjual dan menjaga kualitas diri sangat perlu dilakukan oleh agen asuransi.


Menurut Ketua Panitia Penyelenggara MDRT Day Indonesia 2008, Ersa Manurung, untuk menjaga perolehan premi dan komisi maka perlu proses pembelajaran yang perkelanjutan. Untuk itulah forum MDRT memberikan kesempatan untuk terus mengembangkan diri, salah satunya dengan mengikuti berbagai seminar dan mengikuti perkembangan ekonomi. Sebab saat ini agen asuransi juga harus tahu tentang investasi, tidak hanya tabungan saja. “Di market kalau kita sudah dikenal sebagai members MDRT itu masyarakat sudah mulai tahu, members MDRT berarti bukan sembarangan agen asuransi,” katanya.


Target anggota MDRT memang konsisten sekitar satu persen dari jumlah agen asuransi yang ada. Diakui Ersa, sedikitnya agen asuransi yang menjadi anggota MDRT salah satunya karena kurang sosialisasi. Frekuensi kegiatan MDRT di Indonesia masih rendah, sehingga kurang dikenal luas. Hal ini menjadi halangan karena para aktivis MDRT hanya bersifat suka rela. Padahal tugas utama mereka adalah menjual produk asuransi jiwa.


Untuk MDRT di dunia internasional sudah memiliki kegiatan yang regular dengan berbagai seminar dan training, termasuk sosialisasi ke perusahaan-perusahaan asuransi. “Saat ini (Indonesia) baru sekali setahun, next year akan ada kegiatan yang regular mungkin setahun tiga kali. Di Indonesia kita lagi mengarah ke sana,” paparnya.



MDRT Day Indonesia 2008
Sementara itu dalam pelaksanaan acara rutin MDRT Day Indonesia 2008 berlangsung pada 5 Agustus 2008 di Hotel Mulia. Dengan kapasitas 1.200 tempat duduk, acara tahunan tersebut penuh makna. Beberapa tokoh penting menjadi pembicara. Selain beberapa members MDRT yang sudah senior seperti Walton W. Rogers yang telah 33 kali menjadi anggota MDRT. Namun ada tokoh yang bukan dari industri asuransi yaitu Dr Boyke Dian Nugraha serta pakar investasi Michael Tjoajadi.


Boyke yang dikenal sebagai konsultan pasutri mengingatkan agen asuransi untuk menjaga keutuhan keluarga. Kesibukan sebagai agen asuransi memang cenderung memakan waktu. Tetapi baik sebagai istri maupun suami, agen asuransi harus meluangkan waktu untuk keluarga, sehingga anggota keluarga tidak merasa kurang perhatian. “Nikmatilah uang yang Anda sekalian dapatkan untuk berlibur atau hadir dalam keluarga, sehingga hubungannya lebih harmonis. Sebab profesi agen asuransi termasuk yang rentan terhadap perselingkuhan,” kata dokter yang sering memunculkan analog-analog yang lucu seputar pasutri.


Sedangkan Michael Tjoajadi menerangkan perkembangan ekonomi global dan tren di pasar modal. Dia tidak lupa mengingatkan kepada agen asuransi untuk membekali diri dengan pengetahuan pasar modal. Sebab keluarga yang sudah mapan memiliki kecenderungan untuk berinvestasi melalui perbankan, pasar modal maupun asuransi. “Jadi kalau tidak mengerti soal pasar modal, maka akan ketinggalan dari calon nasabahnya,” katanya. Wahid Ma’ruf

Komentar: Posting Komentar

Berlangganan Posting Komentar [Atom]





<< Beranda

This page is powered by Blogger. Isn't yours?

Berlangganan Postingan [Atom]