Rabu, 17 September 2008

 

Faisal Basri, Gagal Raih Doktor

Dalam acara yang dihadiri banyak CEO perusahaan asuransi, Faisal Basri, ekonom UI meralat ucapan presentar yang menyebutkan gelar doktor di depan namanya. Pengamat ekonomi yang satu ini mengaku belum kesampaian memperoleh gelar bergengsi dalam dunia akademik itu. “Waktu itu saya DO (drop out). Jadi gagal menyelesaikan program doktor saya,” katanya saat menjadi pembicara dalam acara ‘Insurance Award 2008’ yang diadakan oleh Media Asuransi, akhir Juli lalu.

Dengan tersipu-sipu, pria kelahiran Bandung, 6 November 1956 ini mengingatkan pembawa acara supaya tidak mengucapkan gelar doktor di depan namanya. Namun ayah tiga orang anak ini tidak menjelaskan lebih jauh lagi alasan tertundanya gelar tersebut. Itu disebabkan, pendiri Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) ini, harus segera menerangkan soal indikator-indikator makro ekonomi Indonesia di depan para peserta. Tentu saja termasuk dampak dari tingginya harga minyak yang saat itu masih sekitar 140 dolar AS per barel, bagi perekonomian Indonesia.

“Kita jangan terlalu kaget menghadapi perubahan seperti harga minyak yang sangat tinggi. Karena harga minyak pernah lebih tinggi dari yang sekarang. Tahun 70-an sempat menyentuh 160 dolar AS lebih per barelnya,” katanya sambil menunjukkan kurva naik turunnya harga minyak dari tahun ke tahun.
Namun sayang, Faisal Basri tidak menyinggung keluarnya PP No. 39/2008 yang mengharuskan perusahaan asuransi menambah modal. Sebab aturan baru ini tentunya lebih mengagetkan para CEO asuransi daripada naiknya harga minyak dunia.Wahid Ma’ruf

Komentar: Posting Komentar

Berlangganan Posting Komentar [Atom]





<< Beranda

This page is powered by Blogger. Isn't yours?

Berlangganan Postingan [Atom]