Jumat, 22 Februari 2008
Pengalaman Perusahaan Asuransi
Irvan R Harun
Division Head, Employee Benefit Division, PT Asuransi Jiwa Mega Life
Meskipun produk asuransi kesehatan PT Asuransi Jiwa Mega Life baru tahun 2006 dipasarkan tetapi bisa bersaing di pasar asuransi. Dengan mengemas term and condition yang menonjolkan masa tunggu penyakit maka peserta tambahan ikut dijamin asuransi kesehatan. Selain itu, Mega Life juga memungkinkan penanganan lebih fleksibel untuk provider yang belum ada kerja sama sehingga peserta tetap mendapat penanganan medis.
“Ini sangat krusial bagi saya karena pada dasarnya suatu perusahaan kalau telah membayar premi begitu besar maka dia ingin merasakan manfaatnya segera, mereka tidak mau menunggu satu tahun,” jelas Irvan R Harun, Division Head, Employee Benefit Division, PT Asuransi Jiwa Mega Life.
Saat ini Mega Life mengelola asuransi kesehatan untuk 100 perusahaan dengan jumlah peserta 60 ribu orang. Sejak tahun lalu, sekitar 80 persen peserta berlanjut menggunakan produk Mega Life. Mereka dilayani oleh sekitar 413 provider merupakan jaringan yang dikembangkan Mega Life sendiri. Tahun lalu income premi produk asuransi kesehatan sudah mencapai Rp 50 miliar dan target tahun ini menjadi Rp 150 miliar. Selain untuk peusahaan besar, Mega Life mengembangkan produk untuk UKM dengan jumlah kepesertaan sekitar 10 orang dengan kemasan Mega Health Care Packet. Segmen ini belum digarap oleh perusahaan asuransi yang lain. wahid ma’ruf
Saiful Ali
Marketing Manager Corporate Business, PT Asuransi CAR
Dalam melakukan penjualan produk asuransi kesehatan, PT Asuransi CAR lebih teliti memilih calon nasabahnya. Untuk itu CAR harus melakukan pemeriksaan track record calon nasabah. Hal ini untuk menghindari kesalahan dalam menentukan tarif premi karena CAR mencari calon nasabah korporat dalam jumlah peserta yang besar. rata-rata saat ini jumlah peserta yang mengambil asuransi kesehatan di CAR minimal 100 orang.
Peserta pun dimanjakan dengan keberadaan Divisi L@anCAR yang sepenuhnya untuk melayani nasabah di seluruh propinsi di Indonesia. Dengan demikian klaim tidak diproses secara sentralistik tetapi bisa dilayani oleh cabang L@nCAR di berbagai daerah. Inilah yang memungkinkan pelayanan memuaskan sehingga tidak aneh bila ada yang sudah menjadi peserta sekitar tujuh tahun.
Income premi asuransi kesehatan saat ini mencapai Rp 350 miliar atau 50 persen dari income premi perusahaan. Untuk mendukung pelayanan kepada peserta, CAR menjalin kerja sama dengan 120 provider termasuk di luar negeri. Dengan portofolio yang cukup besar membuat CAR optimis tahun 2008 ini mampu menambah income premi sekitar 60 persen dari tahun lalu. “Karena untuk februari target proporsional sudah terpenuhi. Jadi target tiga bulanan sudah kita capai di bulan Februari,” kata Saiful Ali, Marketing Manager Corporate Business, PT Asuransi CAR. wahid ma’ruf
Nurichwan
Pimpinan Subdivisi Technical Insurance PT BNI Life
Dengan sebaran cabang di seluruh Indonesia kecuali di Papua maka sangat mendukung penjualan asuransi kesehatan di PT BNI Life. Dengan menjaga kualitas pelayanan saja, sudah memiliki keunggulan tersendiri dibandingkan pemain lain yang tidak banyak memiliki cabang di daerah. BNI Life menetapkan proses pelayanan klaim paling lambat 10 hari kerja untuk menjaga kepercayaan nasabah. Pelayanan tersebut didukung oleh 450 provider untuk keperluan rawat inap termasuk rumah sakit dan klinik yang tersebar di seluruh nusantara. “Untuk asuransi kesehatan kan lebih banyak di pelayanan, itu yang selalu kita beresin. Katakanlah 10 hari kerja maka itu harus konsisten,” kata Nurichwan, Pimpinan Subdivisi Technical Insurance PT BNI Life.
Saat ini income premi asuransi kesehatan BNI Life mencapai Rp 140 miliar walaupun saat ini sekitar 70 persen bisnis masih diperoleh dari Bank BNI sebagai induk. Namun selebihnya BNI Life sudah berhasil menjaring berbagai nasabah korporat dari sektor jasa, perdagangan dan industri. Dengan kondisi ekonomi yang semakin baik maka semakin memungkinkan korporat memberikan fasilitas kesejahteraan untuk para karyawannya. Untuk tahun ini BNI Life optimis mampu menambah income premi mencapai 30 persen dari tahun lalu. wahid ma’ruf
Christine Setyabudi
Deputy Country PT Asuransi CIGNA
Dalam mengemas asuransi kesehatan PT Asuransi CIGNA tidak hanya sekedar rawat inap maupun rawat jalan, namun sudah lebih dikembangkan lagi. Saat ini nasabah akan mendapat layanan mulai dari evakuasi medis dalam keadaan darurat atau memberikan fasilitas layanan opini medis kedua melalui kerja sama dengan jaringan rumah sakit dan dokter internasional. Selain itu CIGNA juga melakukan penetrasi untuk meningkatkan brand awareness melalui kantor pemasaran di luar Jakarta dan bekerja sama dengan mitra usaha di daerah.
Saat ini, CIGNA telah melakukan kerja sama dengan 20 patner bisnis yang sangat mendorong pendapatan premi. Salah satunya untuk mendukung penjualan asuransi kesehatan. CIGNA membidik nasabah perorangan mulai dari segmen menengah ke atas yang berkarakter sangat sadar tentang masalah kesehatan atau health conscious. CIGNA lebih memilih menjual produk asuransi kesehatan kepada target market yang sudah menyadari manfaat asuransi kesehatan sehingga lebih mudah. Hal ini untuk mendukung persaingan di produk asuransi kesehatan yang semakin ketat. Namun demikian, CIGNA menargetkan pendapatan premi dari asuransi kesehatan sekitar 24 juta dolar AS. wahid ma’ruf
Division Head, Employee Benefit Division, PT Asuransi Jiwa Mega Life
Meskipun produk asuransi kesehatan PT Asuransi Jiwa Mega Life baru tahun 2006 dipasarkan tetapi bisa bersaing di pasar asuransi. Dengan mengemas term and condition yang menonjolkan masa tunggu penyakit maka peserta tambahan ikut dijamin asuransi kesehatan. Selain itu, Mega Life juga memungkinkan penanganan lebih fleksibel untuk provider yang belum ada kerja sama sehingga peserta tetap mendapat penanganan medis.
“Ini sangat krusial bagi saya karena pada dasarnya suatu perusahaan kalau telah membayar premi begitu besar maka dia ingin merasakan manfaatnya segera, mereka tidak mau menunggu satu tahun,” jelas Irvan R Harun, Division Head, Employee Benefit Division, PT Asuransi Jiwa Mega Life.
Saat ini Mega Life mengelola asuransi kesehatan untuk 100 perusahaan dengan jumlah peserta 60 ribu orang. Sejak tahun lalu, sekitar 80 persen peserta berlanjut menggunakan produk Mega Life. Mereka dilayani oleh sekitar 413 provider merupakan jaringan yang dikembangkan Mega Life sendiri. Tahun lalu income premi produk asuransi kesehatan sudah mencapai Rp 50 miliar dan target tahun ini menjadi Rp 150 miliar. Selain untuk peusahaan besar, Mega Life mengembangkan produk untuk UKM dengan jumlah kepesertaan sekitar 10 orang dengan kemasan Mega Health Care Packet. Segmen ini belum digarap oleh perusahaan asuransi yang lain. wahid ma’ruf
Saiful Ali
Marketing Manager Corporate Business, PT Asuransi CAR
Dalam melakukan penjualan produk asuransi kesehatan, PT Asuransi CAR lebih teliti memilih calon nasabahnya. Untuk itu CAR harus melakukan pemeriksaan track record calon nasabah. Hal ini untuk menghindari kesalahan dalam menentukan tarif premi karena CAR mencari calon nasabah korporat dalam jumlah peserta yang besar. rata-rata saat ini jumlah peserta yang mengambil asuransi kesehatan di CAR minimal 100 orang.
Peserta pun dimanjakan dengan keberadaan Divisi L@anCAR yang sepenuhnya untuk melayani nasabah di seluruh propinsi di Indonesia. Dengan demikian klaim tidak diproses secara sentralistik tetapi bisa dilayani oleh cabang L@nCAR di berbagai daerah. Inilah yang memungkinkan pelayanan memuaskan sehingga tidak aneh bila ada yang sudah menjadi peserta sekitar tujuh tahun.
Income premi asuransi kesehatan saat ini mencapai Rp 350 miliar atau 50 persen dari income premi perusahaan. Untuk mendukung pelayanan kepada peserta, CAR menjalin kerja sama dengan 120 provider termasuk di luar negeri. Dengan portofolio yang cukup besar membuat CAR optimis tahun 2008 ini mampu menambah income premi sekitar 60 persen dari tahun lalu. “Karena untuk februari target proporsional sudah terpenuhi. Jadi target tiga bulanan sudah kita capai di bulan Februari,” kata Saiful Ali, Marketing Manager Corporate Business, PT Asuransi CAR. wahid ma’ruf
Nurichwan
Pimpinan Subdivisi Technical Insurance PT BNI Life
Dengan sebaran cabang di seluruh Indonesia kecuali di Papua maka sangat mendukung penjualan asuransi kesehatan di PT BNI Life. Dengan menjaga kualitas pelayanan saja, sudah memiliki keunggulan tersendiri dibandingkan pemain lain yang tidak banyak memiliki cabang di daerah. BNI Life menetapkan proses pelayanan klaim paling lambat 10 hari kerja untuk menjaga kepercayaan nasabah. Pelayanan tersebut didukung oleh 450 provider untuk keperluan rawat inap termasuk rumah sakit dan klinik yang tersebar di seluruh nusantara. “Untuk asuransi kesehatan kan lebih banyak di pelayanan, itu yang selalu kita beresin. Katakanlah 10 hari kerja maka itu harus konsisten,” kata Nurichwan, Pimpinan Subdivisi Technical Insurance PT BNI Life.
Saat ini income premi asuransi kesehatan BNI Life mencapai Rp 140 miliar walaupun saat ini sekitar 70 persen bisnis masih diperoleh dari Bank BNI sebagai induk. Namun selebihnya BNI Life sudah berhasil menjaring berbagai nasabah korporat dari sektor jasa, perdagangan dan industri. Dengan kondisi ekonomi yang semakin baik maka semakin memungkinkan korporat memberikan fasilitas kesejahteraan untuk para karyawannya. Untuk tahun ini BNI Life optimis mampu menambah income premi mencapai 30 persen dari tahun lalu. wahid ma’ruf
Christine Setyabudi
Deputy Country PT Asuransi CIGNA
Dalam mengemas asuransi kesehatan PT Asuransi CIGNA tidak hanya sekedar rawat inap maupun rawat jalan, namun sudah lebih dikembangkan lagi. Saat ini nasabah akan mendapat layanan mulai dari evakuasi medis dalam keadaan darurat atau memberikan fasilitas layanan opini medis kedua melalui kerja sama dengan jaringan rumah sakit dan dokter internasional. Selain itu CIGNA juga melakukan penetrasi untuk meningkatkan brand awareness melalui kantor pemasaran di luar Jakarta dan bekerja sama dengan mitra usaha di daerah.
Saat ini, CIGNA telah melakukan kerja sama dengan 20 patner bisnis yang sangat mendorong pendapatan premi. Salah satunya untuk mendukung penjualan asuransi kesehatan. CIGNA membidik nasabah perorangan mulai dari segmen menengah ke atas yang berkarakter sangat sadar tentang masalah kesehatan atau health conscious. CIGNA lebih memilih menjual produk asuransi kesehatan kepada target market yang sudah menyadari manfaat asuransi kesehatan sehingga lebih mudah. Hal ini untuk mendukung persaingan di produk asuransi kesehatan yang semakin ketat. Namun demikian, CIGNA menargetkan pendapatan premi dari asuransi kesehatan sekitar 24 juta dolar AS. wahid ma’ruf
Berlangganan Postingan [Atom]