Senin, 14 Januari 2008

 

Maraknya Camcorder Dukung Usaha Tranfer VCD/DVD

Maraknya Camcorder Dukung Usaha Tranfer VCD/DVD


Tekadnya untuk memiliki usaha sendiri membawa Anang Chunaifi memiliki usaha tranfer VCD/DVD. Apalagi saat ini banyak anggota masyarakat yang memiliki alat perekam gambar atau Camcorder, sehingga usaha transfer VCD/DVD ini makin berkembang. Orderan juga datang dari pemilik usaha video shooting maupun perkantoran.

Dengan latar belakang pendidikannya di bidang elektro, Anang akrab dengan perangkat komputer. Tak heran jika Anang tidak canggung mendalami usaha tranfer VCD/DVD maupun editing video. Program untuk tranfer juga tidak terlalu mahal, saat itu perangkat tranfer sekaligus untuk mengedit video sekitar Rp 10 juta. “Pertama usaha saya dimulai dari tranfer VCD/DVD ini seterusnya dapat mengumpulkan modal untuk usaha shooting video, service komputer, peralatan pesta maupun service ponsel,” kata pria asal Surabaya ini.

Proses transfer tidak memakan waktu lama, biasanya selesai dalam satu hari. Untuk acara pernikahan rata-rata terdiri dari tiga kaset dan setelah ditranfer menjadi satu VCD ataupun DVD. Untuk satu keping VCD, Anang mematok biaya Rp 25 ribu. Sedangkan untuk DVD sedikit lebih mahal sekitar Rp 35 ribu. Dalam sehari yang menggunakan jasa tranfer ini rata-rata sekitar tiga orang. Konsumen ada yang langsung datang ke tempat usahanya di Jalan Kembangan Utara 20A, ada juga yang meminta untuk antar jemput dengan tambahan ongkos Rp 20 ribu. “Tarif kita memang termasuk terjangkau sehingga yang langganan dan senang merekam gambar, tinggal telepon minta diambil kasetnya. Ada tambahan ongkos transportasi Rp 20 ribu mereka bilang tidak masalah,” kata bapak satu anak ini.

Saat ini sudah banyak pelanggan yang menggunakan jasa transfer milik Anang yang memakai label Asta Sindaru Studio Production ini. Para konsumen tidak hanya merekam acara pernihakan, tetapi juga acara keluarga, acara kantor maupun acara keagamaan di tempat ibadah. Biasanya banjir orderan terjadi saat musim pernikahan, sehabis masa liburan, bulan Agustus maupun acara di perkantoran. “Untuk perorangan banyak orang yang senang kalau saat-saat bersama keluarga atau liburan keluarga direkam dan disimpan dalam bentuk VCD maupun DVD. Kita juga sering menerima order dari acara-acara di BRI maupun BNI serta beberapa kantor swasta lainnya,” kata lulusan ITS ini.

Menurut Anang, untuk mengedit satu acara diperlukan waktu sekitar satu minggu. Meski untuk tranfer dan edit video ini ditangani tiga orang namun terkadang kewalahan. Ini berbeda dengan transfer yang hanya memakan waktu sehari saja. Untuk edit video yang disimpan dalam bentuk VCD dengan durasi sekitar satu jam, dikenakan biaya Rp 100 ribu. Kalau dalam bentuk DVD dengan durasi sekitar 1,5 jam tarifnya sebesar Rp 150 ribu.

Editing video dimulai dari proses pemindahan gambar kedalam komputer atau capture dan memilih gambar yang mendukung cerita serta menambah dengan lagu. “Kalau edit video harus ada unsur seninya sehingga tepat memilih gambar yang dibuang dan yang dipakai untuk mendukung cerita dalam video tersebut,” jelas Anang yang mengaku sampai menolak menerima order bila sudah lebih dari lima order edit video dengan alasan menjaga kualitas.

Menurut Anang, banyak usaha transfer VCD/DVD yang sebenarnya hanya merupakan broker. Pasalnya mereka tidak mengerjakan sendiri, malah melempar ke pihak lain, seperti dirinya. Mereka biasanya mengambil margin Rp 10 ribu, jadi kalau tarif transfer yang dilakukan Anang Rp 25 ribu, mereka memasang tariff ke konsumen sebesar Rp 35 ribu. Dengan sistem seperti itu, tak heran jika banyaknya usaha transfer VCD/DVD tidak akan mengurangi orderan ke Anang. Biasanya dalam satu bulan Anang menghabiskan dua box keping VCD isi 50 keping dengan harga Rp 80 ribu per box. “Jadi sebenarnya bahan yang dipergunakan cukup murah sehingga masih dapat terjangkau harganya dan pelanggannya juga semakin banyak,” ungkapnya.

Order tranfer VCD/DVD juga diterima oleh Rachmat Yudianto yang membentuk usaha bersama teman-temannya dengan nama Ruang Imaji, meski bisnis utamanya jasa video shooting. Sejak didirikan Maret tahun lalu, order tranfer VCD/DVD mulai berdatangan. Mereka yang datang biasanya yang baru saja merekam kegiatan yang tidak terlalu resmi, misalnya acara keluarga, jalan-jalan ataupun acara bersama teman-teman mereka. “Sementara ini (oerder) masih dari teman-teman ataupun kenalan kita sendiri,“ katanya yang mengoperasikan usahanya di Jl. Melati I No. 42, Pondok Labu, Jakarta Selatan ini.

Menurut Yudianto, proses pengerjaannya tidak terlalu memakan waktu tidak seperti mengedit video, biasanya cukup sehari untuk mentransfer dari satu kaset menjadi dua keping VCD, sementara untuk DVD menjadi satu keping saja. Proses pengerjaan order ini dilakukan bergantian dengan pengerjaan edit video. “Memang utamanya kami di video shooting tetapi mulai ada order transfer VCD/DVD, pengerjaannya juga sehari sudah selesai,” katanya.

Sedangkan order video shooting untuk acara pernikahan, acara keluarga atau kantor, dalam setiap event biasanya ditangani empat sampai enam orang. Sebab biasanya satu paket dengan foto yang dimulai dari pre weeding hingga acara resepsi. Untuk pengerjaan video shooting sampai hasil dalam bentuk DVD amemakan waktu hingga satu bulan. “Untuk paket kita tawarkan Rp 5,5 juta tetapi masih bisa nego dan kita beri kesempatan untuk revisi sebelum diserahkan dalam bentuk jadi,” katanya. wahid ma’ruf

Komentar: Posting Komentar

Berlangganan Posting Komentar [Atom]





<< Beranda

This page is powered by Blogger. Isn't yours?

Berlangganan Postingan [Atom]