Senin, 14 Januari 2008

 

Karel Fitrianto,Tidak Tergantung Group

Karel Fitrianto
Tidak Tergantung Group

Bekerja di sebuah perusahaan group yang besar sangat mengenakan. Bagi perusahaan asuransi maka bisnisnya pun diperoleh dari kelompoknya sendiri. Namun Karel Fitrianto tidak lantas berpangku tangan sehingga rajin membuat terobosan marketing untuk merebut bisnis di luar Panin Group.

Selama ini, PT Panin Insurance mendapat bisnis dari group mencapai 50 persen, selebihnya berasal dari agen dan broker. Dengan portofolio sekitar 60 persen dari property dan asuransi kredit dari Panin Bank. “Group kita cukup kuat sehingga kita juga mendapat bisnis yang banyak, tetapi dengan track record yang baik dapat dimanfaatkan untuk mencari bisnis dari non group,” katanya yang menjabat sebagai Direktur PT Panin Insurance, Bidang Marketing dan Klaim ini.

Hal ini juga didorong oleh pasar di asuransi umum yang jenuh seperti pasar asuransi kendaraan. Namun mulai tahun 2005, Panin Insurance tidak mengambil bisnis asuransi kendaraan. Alasannya pemainnya tidak disiplin sehingga kurang menguntungkan. Hal ini sesuai dengan prinsipnya untuk menggarap bisnis dengan selektif terhadap pasar yang masih potensial. “Jadi kita mulai melirik ke pasar migas, TKI, surety bond dan power plan. Kalau untuk migas dan proyek power plan, kita sudah jalan dua tahun, yang lain masih menunggu ijin keluar dari Depkeu. Depkeu juga sangat mendukung karena kapasitas kita besar jadi harus dimanfaatkan,” jelas pria kelahiran Jakarta, 22 Desember 1968 ini.

Mulai berkarier di industri asuransi sejak tahun 1988 lalu sampai sekarang membuatnya mengerti banyak masalah yang terjadi di asuransi umum. Menurut lulusan Ilmu Komputer Gunadarma dan STMA Trisaksi ini, perusahaan yang kuat sangat mendukung gerak langkah dalam membuka pasar yang belum dimasuki Panin Insurance. Terbukanya pasar asuransi migas atau oil and gas ini, karena iklim bisnisnya yang sudah berubah. Sektor migas yang saat ini dibawah koordinasi BP Migas menggunakan sistem tender untuk penutupan proses pengeboran maupun masa produksi.

”Tahun kedua ini kita sudah mengumpulkan premi sekitar Rp 7-8 miliar sih atau senilai lima persen, target tahun ini dua kali lipat. Pemain di segmen ini masih terbatas baru sepuluh perusahaan, apalagi di luar BP Migas pun ada peluang. Untuk proyek-proyek pembangkit listrik kita sudah mendapatkan premi lima persen,” paparnya mengawali karier sebagai Adjuster di PT Dharma Nalaitama dan masuk PT Panin Insurance sejak tahun 1997 ini.

Selain pasar migas, saat ini pun pasar asuransi TKI sedang menunggu ijin dari Depkeu. Dengan pemerintah mulai memperhatikan kesejahteraan dan keamanan para TKI maka semakin menjanjikan dunia asuransi. Dari perhitungan Karel dan timnya, Panin Insurance dimungkinkan akan mendapat porsi 15 persen untuk mendukung perolehan premi. Pihaknya sedang melakukan uji coba sambil menunggu keluarnya ijin dari Departemen Keuangan. ”Target tahap awal sih sekitar Rp 1 miliar dengan dukungan premi sekitar Rp 650 juta per bulan,” terang suami dari Mayeitik dan ayah dari Gisela serta Noah ini.

Untuk mendukung masuk ke segmen pasar non group, kata Karel, harus menambah tenaga marketing, terutama SDM yang mengerti seluk beluk segmen pasar yang sedang dipersiapkan Panin Insurance. Apalagi, ada persiapan untuk masuk ke pasar surety bond yang didorong karena semakin maraknya pembangunan gedung-gedung yang baru. wahid ma’ruf

Komentar: Posting Komentar

Berlangganan Posting Komentar [Atom]





<< Beranda

This page is powered by Blogger. Isn't yours?

Berlangganan Postingan [Atom]